Majinuru

Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI, BP – Hadirnya program “One Island One School” nampaknya mendapat perhatian positif dari Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Wakatobi, sehingga dengan adanya program ini dianggap mampu menghasilkan pundi-pundi ekonomi bagi masyarakat.

Majinuru
Majinuru

Hal ini diungkap langsung oleh Ketua Forum Ekraf Wakatobi Majinuru, saat ditemui dikediamannya di Desa Waitii Kecamatan Tomia. Pihaknya sangat mengapresiasi dan sangat menyetujui dengan hadirnya One Island One School yang diprogramkan oleh Paslon Haliana-Ilmiati Daud dengan jargon HATI ini.

” Kalau itu saya sangat setuju, terlebih Wakatobi merupakan daerah wisata yang tentu memiliki banyak pengunjung, sehingga setelah mereka Diving, dan melakukan dokumentasi makan terdapat oleh-oleh khas dari Wakatobi yang dibawa pulang, ” Ungkapnya pada Jumat (02/10).

Lanjut, mantan Konsultan Pusat layanan usaha terpadu Kabupaten Wakatobi juga ini mengatakan, para penggiat kepariwisataan banyak bertanya tentang pasar khusus ekraf untuk oleh-oleh para pengunjung wisata lokal maupun asing.

” Sebagai orang Wakatobi saya sebenarnya sangat PD dengan produk yang ada di Wakatobi, oleh-oleh sudah cukup menggambarkan ke Wakatobi hanya kita cuman yang tidak konek adalah pemasaran dengan kelompok-kelompok tadi belum ada galeri, belum ada pasar tradisional seperti di Bali misalnya ada Trisna” Lanjutnya

Sambungnya lagi, jika adanya pasar tradisional maupun galeri di Wakatobi. Maka, jika para wisatawan hanya sampai pada Pulau Wangi-wangi, ketika butuh kerajinan bambu yang ada di Pulau Tomia maka dapat di peroleh di galeri maupun pasar tradisional tersebut.

” Kalau perlu pemerintahan ke depan ada pasar atau BUMD yang menampung produk seluruh masyarakat sehingga masyarakat menjadi percaya diri akan menghasilkan pundi-pundi ekonomi,” Sambungnya.

Untuk diketahui juga, jarangnya para pelaku ekonomi kreatif ini tidak melibatkan tenaga kerja, dikarenakan tidak mampu memberi insentif serta tidak mampu menjual lebih jauh dikarenakan tidak memiliki media maupun galeri serta pasar tradisional untuk menjalankan hasil ekonomi kreatif.

” Konsep penjualan hasil kreasi masyarakat juga bisa bekerja sama dengan pihak hotel-hotel di Wakatobi dengan memamerkan langsung dengan harga penginapan, sehingga jika mereka cek in, maka langsung memboyong oleh-oleh itu,” katanya. (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

ISTRI & ANAK ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SEDIH SAKSIKAN PEMAKAMANNYA

ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SAAT TUGAS OLEH SEORANG PEMUDA DI KELURHAN NGKARING-NGKARING, KECAMATAN BUNGI, KOTA BAUBAU DIMAKAMKAN DENGAN UPACARA MILITER. ANAK DAN ISTRI ALMARHUM SERDA BASO HADANG TERLIHAT SANGAT SEDIH DAN PILU MENYAKSIKAN DETIK-DETIK UPACARA PEMAKAMAN SUAMINYA. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA DISIS ALLAH SWT DAN KELUARGA YANG DITRINGGALKAN DIBERIKAN KETABAHAN HATI. AMIN. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest