Peliput: Arianto W

BUTON, BP- Persentase pencapaian program vaksinasi Covid19 teruntuk masyarakat umum di Kabupaten Buton masih tergolong sangat kecil yaitu 24 persen.

Hal ini disebabkan minsed mayoritas masyarakat di negeri tambang aspal ini cenderung termakan informasi hoaks tentang kandungan vaksin Covid19 yang dinilai larutan vaksin dapat memberikan efek buruk bagi kesehatan tubuh manusia.

Ilustrasi

Padahal, Kabid Bina Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Buton Wa Ode Kiana Fardiah menjelaskan bahwa program vaksinasi merupakan upaya terakhir pemerintah dalam rangka mencegah resiko penularan Covid19 yang begitu besar di Indonesia khususnya di Kabupaten Buton.

“Untuk Kabupaten Buton masih kecil pencapaianya. Untuk masyarakat umum itu kecil, dia baru 24 persen,” ungkap Kiana Fardiah belum lama ini.

“Karena hoaks. Jadi masih banyak masyarakat yang menolak untuk divaksin itu adalah tindakan terakhir untuk mencegah penyebaran Covid19,” sambungnya.

Olehnya itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak perlu takut dengan kandungan vaksin. Pasalnya, berdasarkan hasil uji klinis larutan vaksin Covid19 dipastikan aman dan halal untuk dikonsumsi manusia.

Selain itu, ia juga menegaskan agar masyarakat tidak perlu khawatir dengan reaksi vaksin yang salah satunya ialah deman tinggi. Sebab, kondisi tersebut merupakan efek positif dari cara kerja vaksin.

“Mungkin masyarakat takut dengan reaksi vaksin itu tapi reaksi vaksin itu reaksi bagus. Menandakan bahwa ada respon tubuh terhadap vaksin itu untuk bisa membentuk anti bodi,” terangnya.

baca juga: Polres Buton Gelar Operasi Patuh Anoa, Bupati La Bakry Tegaskan Semua Pihak agar Disiplin Prokes

“Reaksi itu tidak perlu kita takuti, kalaupun ada demam yah bisa kita kasih paracetamol,” pungkasnya. (*)

One thought on “Program Vaksinasi Covid19 Masyarakat Buton Baru Capai 24 Persen, Kiana: Jangan Takut Divaksin!”

Comments are closed.