Peliput : Amirul
Batauga,BP-Proyek pembangunan tiga rumah dinas unsur pimpinan anggota DPRD Buton Selatan yang dalam kontraknya dimulai sejak Agustus 2021 lalu dan menelan anggaran miliar rupiah dari APBD Busel itu hingga saat ini masih belum rampung 100 persen.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman La Ode Mustamir Martosiswoyo

Sesuai kontrak 120 kalender masa pengerjaan proyek tiga rumah dinas unsur pimpinan DPRD Busel dimulai agustus itu mestinya rampung akhir Desember 2021 namun akibat belum rampung maka di andendum 50 hari.

Diketahui ketelambatan pekerjaan proyek itu akibat pihak dinas tidak belum mengklirkan persoalan ganti rugi tanaman warga dilokasi proyek itu.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman La Ode Mustamir Martosiswoyo mengatakan ganti rugi tanaman warga itu dianggarkan pada APBD perubahan 2021 lalu sehingga proyek yang awalnya dimulai agustus itu tertunda dan baru mulai dikerja pada akhir Oktober

“Sebenarnya kalau tidak ada masalah ganti rugi tanaman di lokasi pembangunan tiga rumah dinas pimpinan DPRD itu maka dimungkinkan pekerjaan itu selesai sesuai dengan waktu kontrak. Apalagi perseteruan ganti rugi tanaman itu menyita waktu hingga 2 bulan lamanya yang harus dianggarkan daerah pada pembahasan APBD Perubahan 2021,” tambahnya.

Dikatakannya, pihaknya baru saja menyetujui perpanjangan masa kerja (adendum) untuk pekerjaan proyek tersebut, namun pemberian adendum pekerjaan setelah pihaknya melakukan sejumlah pertimbangan-pertimbangan.

“Kami adendum, diberi pengampunan dengan konsekuensi pihak ketiga itu harus membayar denda keterlambatan sebesar seperseribu dari sisa pekerjaan,” tuturnya.

Kata dia, saat mengajukan adendum pihak kontraktor baru saja mampu melakukan pengerjaan proyek dengan volume 65 persen di akhir bulan desember 2021 lalu.

“Saat ini progres kurang lebih 95 persen, mudah-mudah dalam waktu dekat sudah rampung,” katanya.

Lokasi tiga rumah dinas unsur pimpinan DPRD Busel itu terletak Areal Peruntukan Lain (APL) di Kelurahan Siompu. Jarak dari jalan poros kurang lebih dua kilometer, kiri kanan masih hutan, akses jalan masuk kelokasi masih pengerasan, fasilitas lain seperti instalasi air dan listrik belum ada.

Meski sejumlah insfrastruktur pendukung pendukung belum ada, namun ia menyakini pembangunan itu ada menjadi daya tarik kawasan pertumbuhan baru diwilayah itu.

“Dalam perencanaan daerah, disitu akan dibangun Kantor Bupati, Kantor DPRD Busel, Polres, serta kantor vertikal, nanti kawasan itu akan ramai,” tuturnya.

Tiga proyek itu belum bisa dipastikan peruntukannya, apakah itu untuk rumah dinas DPRD Busel atau nantinya untuk perkantoran OPD. Pihaknya hanya menyediakan apa yang menjadi kebutuhan di daerah.

baca juga: UHC Buton Selatan Diatas 95 Persen

“Kota belum tahu nanti akan difungsikan seperti apa. Apakah akan dihuni oleh unsur pimpinan DPRD Busel ataukah dialih fungsikan kami belum tahu itu. Yang pasti semua bergantung pemerintah daerah seperti apa nantinya,” tutupnya. (*)

Comments are closed.