Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH (tengah)saat foto bersama dengan perangkat adat Masjid Wameo dan tamu undangan lainnya

Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Pelaksanaan ritual tuturangiana batupoaro yang digelar setiap tahunnya pada rangkaian peringatah HUT Kota Baubau biasanya digelar meriah, namun kini ditengah pandemi Covid-19, ritual tersebut dilaksanakan secara sederhana tanpa menghilangkan makna peringatan tersebut.

Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH (tengah)saat foto bersama dengan perangkat adat Masjid Wameo dan tamu undangan lainnya
Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin MH (tengah)saat foto bersama dengan perangkat adat Masjid Wameo dan tamu undangan lainnya

Melalui rilis Kominfo, Wali Kota Baubau DR H AS Tamrin MH mengatakan, kegiatan ritual tuturangiana batupoaro tahun 2020 tetap dilaksanaan walau secara sederhana. Itu dikarenakan untuk menghindari keramaian dan berkumpulnya masyarakat di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

“Tahun ini masih agak menghawatirkan pandemic covid-19, maka dilaksanakan secara sederhana tetapi cukup ramai juga. Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia para lurah setempat yang menyiapkan acara sederhana secara sukarela dan sukses,”ujarnya.

Dikatakan, ritual adat tuturangiana batupoaro mempunyai maknna untuk mengingatkan generasi saat ini tentang sejarah bahwa Syekh Akbar Maulana Sayid Abdul Wahid adalah penyebar agama Islam di negeri Buton, sehingga generasi muda saat ini semakin memperdalam lagi keyakinan dan keimanan terhadap agama Islam. Kemudian, selebihnya mengandung contoh-contoh untuk dijadikan teladan dalam berinteraksi.

BACA JUGA: HUT Baubau ke 19, 115 ASN Terima Anugrah Satya Lencana

Menurut orang nomor satu di Kota Baubau ini, yang terpenting dalam ritual tuturangiana batupoaro yakni nilai-nilai lokal yang diwariskan oleh pendahulu kepada masyarakat yang dituangkan dalam bentuk kemampuan interaksi Pomaa masiaka, Popia piara, Pomae maeaka, Poangka angkataka dan Pobinci binciki kuli secara baik, tercipta suasana yang damai dan kondusif dalam masyarakat.

Untuk diketahui, pelaksanaan ritual tuturangiana batupoaro diawali dengan pembacaan doa di situs sejarah batupoaro yang dilakukan oleh perangkat adat masjid Wameo dan dihadiri oleh Walikota Baubau Dr H AS Tamrin, MH anggota DPRD Kota Baubau La Ode Abdul Tamim, Akhdiyat Zamani dan Hj Sitti Suhura, Sekcam Batupoaro dan Lurah se-Kecamatan Batupoaro. Usai pembacaan doa dilanjutkan dengan haroa atau makan bersama yang sudah disiapkan di talang besar oleh pihak panitia.(**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest