Dua Orang Tewas di Tempat

Peliput: Alyakin

PASARWAJO, BP – Ingin rekreasi ke Benteng Takimpo, Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton, empat warga Kelurahan Takimpo dan dua warga Desa Laburunci tersambar petir, yang menyebabkan dua diantaranya langsung tewas ditempat.

Peristiwa naas yang menewaskan Abdul Malik (30) dan La Mulidin (18) yang merupakan warga Kelurahan Takimpo itu terjadi pada Senin (26/12) sekitar pukul 15.00 Wita, sedangkan empat korban selamat lainnya, Harsan (29) dan Junaidi (27), serta Surawati (36) dan Wa Oni (17) dari Desa Laburunci, langsung dilarikan warga yang mengatahui kejadian tersebut ke RSUD Kabupaten Buton.

“Korban sementara rekreasi di atas kampung lama (Koncu, Benteng Takimpo) dan tiba-tiba terdengar suara guntur disertai hujan dan kilat. Saat bersamaan petir lalu menyambar korban,” kata anggota Polsek Pasarwajo, Aiptu Mansur Alihi saat dikonfirmasi Baubau Post di RSUD Buton.

Harsan, salah seorang korban selamat menceritakan kejadian naas dan tak terduga tersebut. Dijelaskannya, saat itu ia bersama kelima orang lainnya hendak jalan pulang menuju Takimpo. Namun secara tiba-tiba, guntur yang disusul petir langsung menyambar mereka berenam sehingga membuat keenamnya pingsan.

Saat siuman, Harsan yang melihat rekan-rekannya tergeletak tak bergerak langsung menghubungi anggota keluarganya menggunakan telepon genggam yang dimilikinya. Mendengar kejadian tersebut, pihak keluarga bersama warga Takimpo segera menuju ketempat kejadian dan melarikan para korban selamat ke RSUD Kabupaten Buton sekitar pukul 18.00 Wita, dan langsung mendapatkan perawatan intensif.

“Saya masih sementara jalan dengan memegang botol air minum, tiba-tiba petir datang, petir menyembar kami pingsan dan tidak sadarkan diri,” jelasnya saat ditemui di RSUD Kabupaten Buton.

Menurut informasi yang dihimpun Baubau Post, setibanya warga ke tempat kejadian, diketahui bahwa dua dari enam korban sudah dalam kondisi tak bernyawa. Sedangkan korban lainnya yang dalam keadaan kritis langsung diberikan pertolongan pertama.

“Saat kami datang di tempat kejadian, ternyata dua orang sudah meninggal (Malik dan La Mulidin). Merekakan datang enam orang, dengan tujuan jalan-jalan sambil foto-foto,” jelas salah seorang warga Takimpo.

Dijelaskan oleh warga tersebut, kondisi dua korban meninggal cukup mengenaskan. Pasalnya kedua korban mengalami luka bakar yang cukup serius pada beberapa bagian tubuhnya.

“Dua orang meninggal dengan keadaan hangus, dan empat orang lainya masih dalam keadaan kritis. Tapi beruntung ada informasi dari Harsan (korban, red.), kalau tidak, tidak taumi mereka disana jadi apa,” tuturnya.

Berdasarkan amatan Baubau Post, dua korban meninggal yang dipulangkan ke kediaman masing-masing mendapat sambutan pilu oleh pihak keluarga, dimana pihak keluarga menangis tak henti-henti melihat kondisi kedua korban yang tewas dengan cara yang sangat mengenaskan.(*)