Pemkab Busel gelar Rapat studi kelayakan bersama tim peneliti serta menghadirkan BMKG


Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Dalam perencanaan pemerintah Kabupaten Buton Selatan (Busel) Kecamatan Kadatua akan dibangun bandara kargo, namun sebelum mengimplementasikan rencana itu oleh pemerintah daerah, studi kelayakan merupakan hal penting.

Pemkab Busel gelar Rapat studi kelayakan bersama tim peneliti serta menghadirkan BMKG
Pemkab Busel gelar Rapat studi kelayakan bersama tim peneliti serta menghadirkan BMKG

Studi kelayakan (feasibility study) merupakan unsur penting sebagai pertimbangan dalam mengambil suatu keputusan, apakah menerima atau menolak dari suatu gagasan usaha/proyek yang direncanakan.

Asisten II Setda Busel, La Ode Mpute mengatakan tujuan dilakukan studi kelayakan adalah guna menghindari resiko kerugian dari kegiatan usaha yang akan direncanakan.

Selain itu, studi kelayakan untuk dapat memudahkan perencanaan dan pelaksanaaan pekerjaan serta lainnya.

“Salah satu pertimbangan pemerintah daerah melakukan studi kelayakan melihat dari aspek teknis dan ekonomi dari rencana kerja bandara itu,” ucap La Ode Mpute saat ditemui belum lama ini,

Ia menjelaskan, kelayakan teknisnya, soal letak geografis, letak jarak dengan pelayanan kebutuhan lainnya, termasuk posisi landasan di kadatua. Landasannya apakah mengarah Utara ke Selatan atau Barat ke Timur, kedua-duanya akan dikaji, termasuk kepemilikan lokasi, dan jarak moda transportasi pendukung lainnya, misalnya jalan dan angkutan Ferry.

Kata dia, hadirnya bandara kargo di Kadatua digadang-gadang akan menjadi pusat transportasi udara untuk enam kabupaten tetangga Busel dengan bermuatan komoditi.

Lanjutnya, tim ahli PT Tatwa Jagad Nata mulai melakukan penelitian lokasi di Kecamatan Kadatua, Busel untuk studi kelayakan rencana pembangunan Bandara Kargo.

“Tim ini akan mengkaji secara detail, ” tuturnya.

Kata dia, fokus studi pada tahap studi kelayakan penetapan lokasi sesuai dengan kriteria-kriteria teknis di bidang kebandar udaraan yang berlaku secara internasional yang dibakukan oleh International Civil Aviation Organization (ICAO) dan merujuk kepada standar peraturan perundangan yang berlaku.

“Studi kelayakan ini dilihat dari kelayakan aspek teknik kebandarudaraan, kelayakan aspek operasional penerbangan, kelayakan aspek sosial, kelayakan aspek lingkungan dan kelayakan aspek ekonomi,” ujar.

Sebelumnya, salah satu tim ahli penyusun studi kelayakan Ahmad Ede menuturkan, pembangunan Bandara Cargo ini sangat mungkin diwujudkan. Dari letak dan kondisi geografis yang menjadi letak pembangunan dan didukung lahan yang memadai menjadi nilai plus pembangunan.

Kata dia, meski Busel dekat dengan Kota Baubau yang notabene telah memiliki bandar udara penumpang. Bukan berarti, dijadikan patokan pembangunan bandara di Busel tidak bisa diwujudkan.

Ahmad Ede menjelaskan, sinyal rencana pembangunan bandara ini kian besar apalagi akan terkoneksi dengan transportasi penyebrangan Kapal Ferry Kadatua.

Akselerasi kedua moda transportasi ini akan semakin memperlancar ekonomi daerah.

“Apalagi Busel ini memiliki potensi yang begitu besar mulai dari pariwisata, perikanan dan lainnya. Tentu kehadiran bandara ini akan sangat mendukung ekonomi masyarakat karena Busel punya potensi itu,” tukasnya (*).

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

ISTRI & ANAK ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SEDIH SAKSIKAN PEMAKAMANNYA

ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SAAT TUGAS OLEH SEORANG PEMUDA DI KELURHAN NGKARING-NGKARING, KECAMATAN BUNGI, KOTA BAUBAU DIMAKAMKAN DENGAN UPACARA MILITER. ANAK DAN ISTRI ALMARHUM SERDA BASO HADANG TERLIHAT SANGAT SEDIH DAN PILU MENYAKSIKAN DETIK-DETIK UPACARA PEMAKAMAN SUAMINYA. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA DISIS ALLAH SWT DAN KELUARGA YANG DITRINGGALKAN DIBERIKAN KETABAHAN HATI. AMIN. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest