Peliput: Hengki TA

LABUNGKARI, BP – Masih banyaknya masyarakat Kabupaten Buton Tengah (Buteng) yang belum mengantongi Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-El), mendapat perhatian serius Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Dari 77.000 yang wajib memiliki KTP-El, kurang lebih masih ada 3000 masyarakat Buteng
belum memiliki KTP-El. Dengan adanya hal tersebut, Disdukcapil Buteng berinovasi membuka semua layanan administrasi kependudukan, dengan istilah jebol akronim dari jemput bola.

Kepala Disdukcapil Buteng, Tamrin

Kepala Disdukcapil Buteng, Tamrin Mau saat dikonfirmasi diruangannya mengatakan, masi ada tersisa sekitar 3.000 orang yang belum memiliki KTP-El. Oleh sebab itu, pihaknya akan sasar dalam program jebol.

Kemudian, pada program jebol tersebut pihaknya menyiapkan tim Dafduk dan Capil. Dimana, tim disiapkan dua mobil dilengkapi alat-alat kebutuhan adminduk.

“Satu mobil stay di Kecamatan Talaga untuk menyasar semua desa-desa di sana, dan satunya lagi untuk melayani ke semua kecamatan di daratan Buteng,” jelasnya.

Lanjutnya, program jebol itu akan bergerak pada 1 Februari 2022 mendatang, dengan menyasar desa-desa yang ada di Buteng. Saat turun lapangan nanti, akan langsung turun dua bidang dan sebelum tim keluar, terlebih dahulu berkomunikasi dengan kepala desa agar disampaikan kepada warganya.

“Kalau ada Lansia atau disabilitas tidak mampu lagi datang, tim langsung ke rumahnya atau ke kebunnya karena kita hadir untuk memudahkan,” tuturnya.

baca juga: Pemkab Buteng Miliki 468 Bidang Tanah, Baru 104 yang Bersertifikat

Selain itu, dengan adanya program jebol, 77 lansia yang tidak lagi mampu kunjungi kantor Disdukcapil Buteng berhasil miliki KTP-el. Diantaranya, di Kecamatan Lakudo 26 orang, Mawasangka Timur tiga orang, Mawasangka Tengah delapan orang, Mawasangka 15 orang, Talaga Raya 4 orang, GU 19 orang dan Sangia Wambulu dua orang.(*)

Comments are closed.