Peliput:Iman Supa

RAHA, BP – Salah satu anggota DPR RI Komisi V, Ridwan Bae melakukan kunjungan di Kabupaten Muna dan Muna Barat. Dalam kunjungannya, dia meninjau jalan poros Tampo-Raha-Watopute-Guali yang mengarah di Bandara Sugimanuru, maupun Raha-Lagadi, yang diperjuangkan hingga jalan berstatus nasional ketika menduduki sebagai anggota DPR RI.
Ridwan menjelaskan, jalan yang telah berstatus nasional dengan anggaran Rp 10 milyar, dikerjakan tahun 2015 yang bersumber dari APBN, dan di tahun 2016 akan kembali diusulkan sebesar Rp 15 milyar.
“Kondisi jalan Watoputeh-Guali yang telah rusak parah, setelah saya suarakan di DPR RI dengan mengusulkan pengaspalan jalan menuju Bandara Sugimanuru. Sebagian jalan belum teraspal ditahun 2016 akan kembali saya perjuangkan, sebab infrastruktur jalan akan menjadi prioritas perjuangan di DPR RI,” katanya saat ditemui melakukan peninjauan jalan, Selasa (6/12).
Ia menambahkan, saat menjabat sebagai Bupati Muna tahun 2004, dia memperjuangkan jalan Tampo-Raha-Watopute-Guali Bandara, Raha-Lagadi dari berstatus sebagai Jalan kabupaten kini telah berstatus sebagai jalan nasional.
“Semoga lanjutan pengaspalan jalan dapat dikabulkan di DPR RI, sebab infrastruktur jalan merupakan hal yang terpenting untuk diprioritaskan, jalan mulus maka pertumbuhan ekonomi masyarakat semakin meningkat,” tuturnya.
Saat meninjau Bandara Sugimanuru, Ridwan mengatakan agar mempertimbangkan dalam pengerjaan bandara, dengan mencoba menjadikan landasan pendaratan alternatif.
“Saat bandara kendari lagi kabut atau tidak bisa mendarat maka bisa mendarat di bandara Sugimanuru. Penganggaran bandara tahun ketahun akan terus diperjuangkan penambahan cuma setingnya secara tehnik perlu direndahkan. Yang menjadi titik fokus pengerjaan pagar, perbaikan aspal diterminal serta ruang tunggu dan menara kontrol,” ungkapnya.
Ridwan berharap, Pemerintah Kabupaten Muna dan Muna Barat dapatbekerja sama, sehingga bisa menghadirkan pesawat yang bisa bermanfaat bagi daerah. Kedua bupati daerah harus bekerja sama membangun daerah, kalau kedua bupati bermusuhan maka akan merugikan rakyat sendiri.
“Kedua bupati telah bertemu dengan direktur penerbangan, kalau bertemu Dirjen ataupun menteri saya akan dampingi, semoga bandara ini secepatnya dapat beroperasi,” tutupnya.
Kemudian Ridwan melanjutkan perjalanan di Desa Wakoila Kecamatan Sawerigadi. Saat melihat jalan yang rusak parah, dia cukup kesal, karena jalan ini dianggarkan dalam DAK senilai Rp 244 Milyar. “Jalan ini baru diselesaikan enam bulan yang lalu, namun telah rusak parah,” kesalnya. (*)

Pin It on Pinterest