Feature

Trend nongkrong di warung kopi (Warkop) dengan menikmati berbagai menu yang disediakan pemilik ditempat tersebut bukan hanya merambah anak muda, kalangan PNS, masyarakat biasanya. Tapi juga segelintir pejabat legislatif Buton Utara (Butur) kerap kali menghabiskan sedikit waktu di tempat ini.

Laporan : Darson
Kabupaten Buton Utara

Itulah sedikit gambaran Warkop Sara’ea. Dinamakan Warkop Sara’ea karena memang lokasinya terlentak di kompleks Perkantoran Praja Sara’ea. Ditempat ini pengunjung bisa menikmati berbagai menu olahan dari pemiliknya yakni Daeng Didi Setyadi dan Ibu Sry.

Warkop ini tak pernah sepi dari pengunjung. Bisa dibilang satu-satunya warkop yang eksis di Butur. Selain rasa kopi yang cukup khas, kemudian letaknya sangat strategis, juga adanya berbagai minuman dingin dan makanan yang disediakan, cukup menarik bagi siapa saja yang perna menikmati sejumlah hidangan itu.
“Jadi disini bukan hanya kopi yang disediakan, banyak minuman dingin dan makanan kita hidangkan,” kata Daeng Didi ketika ditemui di warkopnya, Rabu (30/11).

Beberapa minuman dingin, seperti es te, jus alpukat, jus apel, capucino dan milo dingin, bisa memanjakan leher para pengunjung. Bukan hanya itu, menu makanan seperti ikan parede, mie goreng, nasi ayam goreng, ayam parende, dan sub ubi bisa dinikmati ditempat ini.

Didalam Warkop ini juga, terdapat alat musik Orgen yang bisa menghibur para pengunjung. Dikatakan juga, bahwa berawal sering adanya pengunjung yang suka membaca dan bercerita tentang berbagai perkembangan Politik, pemerintah daerah, sejarah dan kondisi Butur serta perpolitikan yang terjadi di Jakarta, Daeng Didi juga menyediahkan berbagai koran untuk menambah referensi berita tiap hari.

Dari para pelanggan yang sering datang di Warkop milik Daeng Didi ini memang banyak dari berbagai kalangan, seperti Politisi, aktifis mahasiswa, seniman, dan juga wartawan, sehingga dalam Warung Warkop ini banyak terjadi perdebatan dan juga sharing antar pelanggan.

“Banyak juga yang diskusi untuk mengetahui perkembangan yang baru kepada pelanggan yang lebih tahu,”ujarnya.

Seperti yang terjadi, Rabu (30/11). Berdasarkan pantauan awak media ini, para petinggi legislatif Butur dari ketua dewan Muh Rukman Basri Zakariah, wakil ketua Abdul Salam Sahadia, wakil ketua Komisi I Muliadin Salenda dan ketua Fraksi Kebangkitan Demokrat Rahman, berkumpul di warkop Sara’ae. Mereka sekedar bersantai sambil berdiskusi ringan dengan para pengunjung lainnya.

Suasana yang cukup cair sangat terlihat dari diskusi para politisi ini. Sekali-sekali mereka membahas terkait perkembangan politik di Jakarta, kemudian topik dari adanya aksi dari umat islam untuk menuntut penistaan agama oleh Ahok pada 2 Desember 2016 ini atau dikenal dengan aksi 212, ikut dibahas juga.

Perkembangan kondisi daerah baik terkait pola pembangunan dari berbagai sektor unggulan yang dimiliki Butur yakni pertanian dan perikanan serta kebijakan-kebijakan lainnya tak luput dari topik pembahasan.

Muh Rukman Basri Zakariah diselah-selah diskusi mengatakan sambil bercanda, bahwa kalau ingin jadi politisi atau anggota DPRD berkunjunglah di Warkop Sarae.” Kalau mau jadi anggota DPRD sering-seringlah berkunjung di Warkop Sara’ea,” ujarnya sambil tersenyum.

Sementara itu, Abdul Salam Sahadia mengaku kalau dirinya sering berkunjung di Warkop ketika dirinya lagi ingin sedikit enjoy disaat padatnya tugas sebagai anggota dewan.”Sering nongkorng di warkop, karena disini bisa tukar pendapat atau diskusi dengan pengunjung lainnya,”tuturnya.(***)