Peliput : Kasrun

BURANGA,BP – Sekertaris daerah (Sekda) kabupaten Buton Utara (Butur), Muhamad Hardy Muslim membatah jika ada nama-nama Kepala Sekolah (Kepsek) yang dibacakan pada saat pelantikan ditidak sesuai penempatannya dengan Surat Keputusan (SK) yang dikeluarkan BKPSDM Butur.

Sekda Butur, Muhamad Hardy Muslim

Hal itu diungkapkan Hardy Muslim pada saat diwawancarai awak media di Setda Butur, Jumat (4/03/2022)

” Siapa bilang? Itu tidak betul itu,”Singkatnya.

Hardy Muslim juga, menyayangkan pernyataan kepala dinas pendidikan Kabupaten Buton Utara, Kusman Surya yang mengatakan SK kepala sekolah diduga telah direvisi sepihak kepala BKPSDM Butur, Alimin S. Sos. M. Eng.

Padahal kata jenderal ASN Butur ini, seharusnya kepala dinas pendidikan, terlebih dahulu menemui pimpinannya dalam hal ini Sekda, Wabup dan Bupati sebelum mengeluarkan stetmen di publik.

“Kami selaku pimpinan menyayangkan pernyataan seorang kadis (Kusman Surya), seharusnya secara birokrasi, ketika ada persoalan dia temui atasannya, ” Ujarnya.

Lebih lanjut, Hardy Muslim menjelaskan didiktum SK itu tertulis jika ada kesalahan dalam penulisan maka akan diperbaiki kembali.

“Didiktum SK, Ketika ada kesalahan, bisa diperbaiki”, Jelasnya.

Sebelumnya telah diberikan. Kepala Dinas Pendidikan Nasional (Diknas) Buton Utara, Drs. Kusman Surya, M.Ap menolak keras revisi Surat Keputusan (SK) sejumlah Kepala Sekolah (Kepsek) yang dilantik beberapa waktu lalu.

Alasannya karena adanya sejumlah nama yang tidak melalui rekomendasi Diknas. Parahnya lagi, beberapa nama yang telah dilantik sesuai rekomendasi namun setelah mereka menerima SK yang dikeluarkan oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) tidak sesuai dengan yang dibacakan saat pengambilan sumpah jabatan.

“Sampai kapanpun saya tidak akan bisa terima kalau yang diberikan SK itu tidak sesuai dengan rekomendasi Diknas atau naskah pelantikan yang dibacakan dihadapan umum saat pengambilan sumpah jabatan, “Tegasnya pada saat diwawancarai wartawan di Setda Butur, Rabu (02/03/2022).

Menurut Kadis, tindakan revisi yang dilakukan sepihak tersebut telah mencoreng citra pendidikan dan merusak pengaturan dan pembagian tugas pokok para Kepsek.

Pasalnya dua hari setelah pelantikan pihaknya langsung membenahi dengan cara mengarahkan para Kepsek yang telah dilantik untuk menjalangkan tugas di tempatnya masing-masing.

Ironisnya, beberaa hari kemudian Kadis menerima laporan dari Kepsek bahwa SK yang mereka terima tidak sesuai dengan naskah saat pelantikan.

Atas kejadian itulah sehingga Kadis Diknas menolak dan memerintahkan sejumlah Kepsek untuk mengembalikan SK mereka ke BKPSDM untuk dilakukan perbaikan sesuai naskah asli pada waktu pelantikan.

“Dirubah, ditabrakkan (Kepala Sekolah) oleh pihak-pihak”, Ujarnya.

Peristiwa tersebut kata Kadis terjadi di beberapa kecamatan. Di Kecamatam Kambowa misalnya, berdasarkan informasi yang dihimpun media ini pada saat pengambilan sumapah jabatan, Wasiun, S.Pd dilantik sebagai Kepsek SMP negeri 1, Kambowa namun setelah menerima SK ternyata ditugaskan di SMP negeri 2 Kambowa.

Sebalik Sahrulah, S,Ag yang dilantik di SMP negeri 3 Kambowa setelah menerima SK ternyata menjadi Kepsek di SMP negeri 1 Kambowa
Sedangkam, Asrul Sulemam, S.Pd yang semula dilantik sebagai Kepsek SMP negeri 2 Kambowa setelah menerima SK ternyata di tugaskan di SMP negeri 3 Kambowa.

Hingga berita ini diterbitkan kami belum bisa menghubungi kepala BKPSDM Butur, Alimin S. Sos M. Eng untuk dimintai tanggapannya.

Sejumlah kalangan menilai bahwa kejadian ini merupakan peristiwa memalukan di lingkup ASN khususnya kalangan dunia pendidikan.

baca juga: Tidak Sesuai dengan Pembacaan SK Ketika Dilantik, Kadiknas Butur Kusman Surya Tolak Revisi SK Sepihak Yang Dilakukan Kepala BKPSDM Alimin

“Ini peristiwa langkah dan merupakan tindakan mencoreng dunia pendidikan sehingga bupati perlu mengambil tindakan tegas terhadap oknum ASN yang berani bermain-main atau memanipulasi data serta dokumen yang di keluarkan oleh pemerintah daerah”ujar sumber yang minta dirahasiakan namanya.