Kepala-BKIPM-Baubau-Arsal-saat-memaparkan-capaiannya-kepada-wartawan

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – BKIPM Baubau mengungkap sejumlah kasus pelanggaran karantina ikan. Terdapa lima kasus di bandara dan dua kasus di pelabuhan.

Lima kasus di Bandara Betoambari yakni penahanan keluar kepiting kenari 17 ekor, kepiting bakau 13 ekor, kulit kerang kima satu buah, kerang kepala kambing dan lola merah satu buah, serta Nautilus berongga satu buah.

Kepala-BKIPM-Baubau-Arsal-saat-memaparkan-capaiannya-kepada-wartawan
Kepala-BKIPM-Baubau-Arsal-saat-memaparkan-capaiannya-kepada-wartawan

Sementara kasus di Pelabuhan Murhum yakni, penggagalan masuk sirip ikan hiu tanpa dokumen 100 kilogram, dan penahanan teripang 200 kilogram.

Kepala BKIPM Baubau, Arsal mengatakan, secara grafik kasus ini menurun dibanding tahun 2019 yakni 20 kasus. Ada enam kasus di Pelabuhan Murhum dan 14 kasus di Bandara Betoambari.

“Semoga menurunnya bukan karena covid, tapi karena sudah tingginya kesadaran masyarakat,” harap Arsal yang disampaikannya dalam Media Gathering di salah satu kafe, Rabu (16/12).

Dengan begitu pihaknya optimis, kasus pelanggaran karantina ikan bisa diminimalisir, demi kelestarian hasil laut.

Selain itu, Arsal juga memaparkan tentang capaian Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2020. Pada semester satu capaiannya 86,5 persen, atau lebih tinggi dibanding tahun lalu.

BACA JUGA: Dinas Koperasi Baubau Segera Salurkan Bantuan UKM dari DID

“Tahun 2019 semester I nilai pelayanan kita baik 85,41 persen, dan semester II 85,89 persen. Jadi naik terus meski tidak signifikan,” terangnya.

BKIPM Baubau juga memberikan kemudahan bagi pelaku usaha perikanan melalui aplikasi Andriod SITUNA (Sistem Informasi Mutu Karantina) Buton terintegrasi online. Pelaku usaha dapat memasukkan permohonannya di rumah. (**)

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah.

Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest