• Untuk Vaksinasi Anak OPD Diminta Melakukan Pemantauan Sesuai Wilayah Masing-masing

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Pelaksana tugas (Plt.) Wali Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse saat memimpin apel pagi, Senin (14/2/2022) di lapangan upacara kantor Wali Kota Baubau kembali menekankan beberapa hal penting. Di antaranya ialah, terkait dengan pemeriksaan BPK, dan Pelaksanaan Vaksinasi anak usia 6-11 Tahun.

Plt Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse pimpin apel pagi


Dalam arahannya La Ode Ahmad Monianse menekankan, agar para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak keluar daerah, selama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan di Kota Baubau. Selain itu, para OPD juga ditekankan agar disiplin dalam melengkapi laporan keuangannya.
“Sejak beberapa hari yang lalu kita telah diperiksa oleh BPK, olehnya itu maka saya minta agar para kepala OPD untuk tidak meninggalkan tempat, khususnya OPD yang dijadikan uji petik. Karena beberapa informasi penting yang dibutuhkan BPK harus disampaikan langsung oleh Kepala OPD bersangkutan,” tandasnya.

ASN yang mengikuti apel pagi bersama Plt Walikota Baubau La Ode Ahmad Moninase


Orang nomor satu di Kota Baubau ini juga menegaskan, agar OPD yang belum melengkapi dan menyelesaikan laporan keuangannya untuk segera diselesaikan sebelum akhir bulan Maret. Di mana, ditahun-tahun sebelumnya, laporan keuangan Pemerintah Kota Baubau selalu memberikan contoh positif, dengan hasil kecepatan pelaporan yang sangat menggembirakan.
Terkait dengan pelaksanaan Vaksinasi anak usia 6-11 Tahun, La Ode Ahmad Monianse kembali mengingatkan, agar OPD kembali melakukan pemantauan berdasarkan wilayahnya masing-masing. Pasalnya, hingga memasuki bulan Februari, pelaksanaan vaksinasi anak usia 6-11 Tahun masih sangat jauh dari apa yang telah ditargetkan.

baca juga: Seleski Pengisian Delapan Kepala OPD di Baubau Tinggal Menunggu Rekomendai KASN, Selanjutnya Diserahkan ke Plt Walikota Monianse untuk Ditetapkan Masing-masing Satu Nama
“Pelaksanaan Vaksinasi anak usia 6 sampai 11 Tahun sangat jauh dari harapan, sehingga ini harus menjadi perhatian kita, agar masing-masing OPD kembali menggairahkan vaksin anak di wilayah pemantauan yang telah ditetapkan. Paling tidak ada pemantauan sudah sejauh mana capaian vaksin di sekolah yang telah dijadikan target dari masing-masing OPD,” pungkasnya. (**)