Peliput : Alan Editor: Hasrin Ilmi

LABUNGKARI, BP – Upaya Satreskrim Polres Baubau mengejar pelaku pencabulan
RH (45) yang juga ayah tiri korban sebut saja Bunga (15) yang masih duduk dibangku SMA kelas 1 akhirnya ditangkap ditangkap di Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Akibat perbuatan bejat ayah tirinya Bunga akhirnya hamil.

Kapolres Baubau, AKBP Daniel Widya Mucharam SIk melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim), AKP Diki Kurniawan SIk membeberkan penangkapan pelaku bermula saat jajaran Polres Kota Baubau merilis identintas pelaku dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) diseluruh wilayah hukum Polres Baubau, Polda Sultra serta Polres lainnya di wilayah Indonesia.

“Hasilnya, pelaku teridentifikasi berada di Kepulauan Selayar dan dengan bantuan anggota Polres Kepulauan Selayar, berhasil menangkap pelaku di rumah keluarganya tanpa perlawanan, Sabtu 4 Desember 2017 setelah buron selama kurang lebih empat hari,” beber AKP Diki dalam kegiatan konferensi pers, Jumat (08/12).

Saat ditangkap pelaku RH (45), lanjut AKP Diki, pelaku langsung diamankan sementara di polres Kepulauan Selayar sambil menunggu anggota Polsek Mawasangka yang datang menjemput.

Ditempat terpisah, Kepala Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Nurlia Husuni saat dikonfirmasi via telpon selulernya merasa sangat bersyukur atas kabar penangkapan tersebut, serta meminta kepada pihak penegak hukum untuk mengukum pelaku seberat mungkin sesuai denhan aturan yang berlaku karena perbuatannya sudah melampaui akal sehat manusia. Seorang Ayah yang seharusnya menjadi pelindung dalam sebuah keluarga, ternyata menjadi penjahat besar yang perbuatannya tidak bisa dimaafkan.

“Pokoknya, pelaku harus ditindak tegas. Harus dihukum seberat beratnya karena ini tindakan tidak terpuji dan biadab,” Kata Nurlia dengan nada kesal.

Untuk diketahui, Pelaku RH saat ini sudah diamankan di Mapolres Baubau sambil menunggu proses hukum lebih lanjut. Pelaku dapat diancam dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak, pasal 81 ayat (1) dan pasal 82 ayat (2), dengan ancaman 15 tahun penjara.(*)

Pin It on Pinterest