– Diduga Korban Salah Sasaran Tawuran Dua Kelompok Pemuda

Peliput: Iman Supa Editor: Zaman Adha

RAHA, BP – Sesosok mayat pria ditemukan tewas bersimbah darah disemak-semak pinggir jalan poros Raha-Tampo Desa Lasalepa, Kecamatan Lasalepa, Kabupaten Muna (Dekat Kampus Akper Muna) dengan kondisi mengenaskan, sekira pukul 02.00 Wita, Sabtu (21/01). Pria tersebut mengalami luka serius dengan lengan yang hampir putus akibat sabetan benda tajam.

Sungguh tragis nasib pria yang diketahui bernama La Kufuli bin La Hende (46) ini. Warga Desa Motewe Kecamatan Lasalepa ini, beberapa waktu lalu ditinggal sang isteri akibat tersengat listrik tegangan tinggi.

Kepala Satuan Polisi Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Muna, Iptu Edwardho yang ditemui diruangannya Sabtu (21/01) mengatakan, sebelum insiden naas ini terjadi, sempat terjadi bentrokan antara sekelompok remaja warga Kelurahan Sidodadi dan Warga Desa Motewe. Tawuran menggunakan batu maupun senjata tajam, lokasinya tidak jauh dari tempat ditemukannya mayat.

Korban diketahui hendak mengecek sapi peliharaannya, dengan menggunakan sepeda motor Smash miliknya. Saat melintas disekitar lokasi bentrokan, tiba-tiba saja pelaku melayangkan parangnya kearah lengan kanan korban. Korban langsung roboh, dengan bersimbah darah.

“Setelah mengetahui laporan itu, kami langsung terjun ke TKP malam itu juga. Di jalan sekitar lokasi TKP memang terlihat banyak batu berserahkan, kami menduga disini sempat terjadi tawuran,” jelasnya.

Lanjutnya, saat di TKP timnya sempat menemui jalan buntu, karena minimnya informasi yang dikantongi. Namun saat pihaknya melakukan pengamanan di TKP dengan menggunakan polisi line, timnya sempat menahan tiga orang pemuda warga Kelurahan sidodadi yang berboncengan (bonceng tiga), yakni Alfian (19), Rusdin (18), dan Restu (20), karena tertangkap tangan membawa parang dan kapak.

Bermula dari ketiga pemuda yang ditangkap, pihaknya mengumpulkan informasi dan menemukan titik terang. Dari hasil lidik, pihaknya memperoleh keterangan yang kemudian dikembangkan dan tertuju pada satu tersangka.

“Berbekal identitas korban yang merupakan warga Desa Motewe, saya menduga pelaku berasal dari Kelurahan Sidodadi. Di TKP anggota saya sempat menghentikan tiga pemuda dari acara lulo di Desa Labunti, yang kedapatan membawa sajam, kemudian dari penahanan itu kami lakukan pemeriksaan dan disitulah pengembangan kasus ini terpecahkan,”bebernya.

Hasil pengembangan, diketahui pelaku bernama Jiji (17). Satreskrim kemudian melakukan penyisiran di Kelurahan Sidodadi. Dalam kurun waktu 13 jam, sejak ditemukannya korban, pelaku menyerahkan diri dengan diantar keluarganya sekira pukul 15.00, Sabtu (21/01) di Kantor Polres Muna.

“Dengan melakukan pendekatan terhadap keluarga tersangka, akhirnya tersangka datang menyerahkan diri dan telah mengakui perbuatannya,” ungkapnya.

Dari hasil identifikasi, korban meninggal akibat kehabisan darah dan tidak ditemukan tanda penganiayaan lainnya. Tersangka mengaku telah mengincar orang yang salah, sebab saat itu dia tidak mengenal ciri-ciri korbannya.

Perlu diketahui, tersangka dijerat dengan pasal berlapis yakni Pasal 170 JO, Pasal 351 JO, dan Pasal 556, dengan ancaman hukuman minimal 20 tahun penjara. (*)

Pin It on Pinterest