Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Berdasarkan laporan Polsek Wolio Baubau sepanjang tahun 2021 terdapat 42 kasus yang ditangani dan yang dapat diselesaikan sebanyak 41 kasus. Dari 42 kasus tersebut, kasus pencurian yang paling dominan. Selanjutnya menyusul kasus penganiayaan dan terakhir kasus penganiayaan anak.

Kapolsek Wolio AKP Abdul Halim Kaonga SH

Demikian dikatakan Kapolsek Wolio AKP Abdul Halim Kaonga SH, ketika diwawancarai media ini di ruangannya, Kamis (13/01/2022). Abdul Halim mengatakan satu kasus yang tidak terselesaikan itu adalah kasus penghinaan, “Tidak terselesaikan karena tidak ada saksi,” sambungnya.

Dia menjelaskan untuk kasus pencurian selama ini yang paling banyak dilaporkan adalah kecurian handphone. Salah satu penyebabnya kasus pencurian ini tinggi karena adanya covid-19, “Sehingga yang tidak halal jadi dihalalkan. Lalu ada niat dan kesempatan, kemudian masyarakat juga sering mereka simpan handphonenya di bagasi motor. Pelaku pencurian melakukan modus itu, mereka meraba, mereka sudah tahu,” jelasnya.

Sementara kasus penganiayaan yang sedikit menonjol diawal awal tahun 2021 antara kelompok pemuda, kata mantan Kapolsek GU itu, pemicunya adalah miras dan untuk kasus ini semuanya dinaikan. “Kalau pun ada yang kita selesaikan secara kekeluargaan karena korban yang meminta sendiri untuk damai, namanya itu kalau kita sebut dengan Restorativ justice,” ucapnya.

Selanjutnya, berkaca dari tahun 2021, AKP Abdul Halim mengatakan untuk tahun 2022 ini pihaknya memprioritaskan pertama persoalan Kamtibmas. Artinya, lanjut Abdul Halim, bagaimana masyarakat selama ini masih kurang nyaman di jalanan itu kita priorotaskan misalnya kalau ada preman-preman jalanan itu kita atensi betul,” terangnya.

Kedua, bagaimana polisi mendukung pemerintah dalam program vaksinasi. Artinya, kata AKP Abdul halim, bagaimana masyarakat melakukan vaksinasi itu bisa tercapai 100 persen. “Ini untuk kekuatan daya imun kita dan mengikuti daerah-daerah lain yang sudah banyak mencapai atau mendekati 100 persen,” sambungnya.

baca juga: Innalillahi Wainnaillaihi Rojiun, Baubau Berduka, Walikota Dr HAS Tamrin MH Meninggal Dunia di RS Omni Jakarta Pukul 16.30 WIB

Terkait dengan minuman keras (Miras) menurut Kapolsek Wolio memang ini menjadi tradisi sekarang. “Khusunya kepada anak muda katanya kalau tidak minum tidak getlemen. Jadi bagaimana kita membasmi miras ini antara lain dengan razia. Memang tidak tiap hari dilakukan, tapi ada waktu-waktu tertentu kita melakukan razia misalnya saat malam minggu. Bila kita melihat anak-anak nongkrong dipinggir jalan atau emperan, maka kita selalu himbau kepada mereka agar menghindari miras. Di sini juga anak sekolah sudah banyak memberikan gambaran minum di pinggir jalan, maka ini kita beri atensi pula,” tutupnya. (***)

Comments are closed.