Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Sudah sepekan Pemerintah pusat mengeluarkan kebijakan penyaluran minyak goreng bersubsidi di ritel modern. Kota Baubau sendiri sejak dikeluarkannya kebijakan tersebut pada tanggal 19 Januari 2022 hingga saat ini, sudah menyerap sebanyak 35 ton minyak goreng bersubsidi.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Baubau La Ode Ali Hasan saat ditemui diruang kerjanya, Rabu (26/01).

Kadisperindag Baubau La Ode Ali Hasan

Ia mengatakan, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat tersebut merupakan upaya menekan harga minyak goreng yang meningkat diseluruh indonesia tidak terkecuali Kota Baubau.

” Untuk ritel modern itu di Kota Baubau itu ada dua yaitu alfamidi dan hypermart. Namun stoknya juga masih sangat terbatas, sehingga untuk pembeliannya sendiri dibatasi yaitu cukup 1 shacet untuk semua jenis minyak goreng,” ujarnya.

Dikatakan, untuk kemasan sachet 1 liter dibandrol dengan harga Rp.14.000, untuk ukuran 2 liter dibandrol harga Rp. 28.000. Direncanakan program penyaluran minyak goreng bersubsidi ini akan dilaksanakan hingga 6 bulan kedepan, yang mana tiap bulannya pemerintah pusat menyediakan sebnayak 250 juta liter untuk disalurkan diseluruh wilayah di indonesia.

Menurutnya, minyak goreng di Kota Baubau akan turun dalam waktu dekat, apalagi nantinya saat penyaluran minyak bersubsidi disalurkan melalui bulog ke pasar-pasar tradisional.

” Kebutuhan minyak goreng di Kota Baubau tiap bulannya mencapai angka 150 ton hingga 200 ton. Dan berdasarkan data kami penyaluran minyak goreng bersubsidi di Kota Baubau hingga saat ini sudah mencapai angka 35 ton,” terangnya.

baca juga: UPTD PPA Baubau Tetap Konsen Dampingi Kasus Video Mesum Pelajar, – Mardiana: Kasus Pembakaran Empat Kenderaan Mobil Kemungkinan Ditangani Bapas

Tak lupa mantan kabag ekonomi Setda Kota Baubau ini menghimbau, agar masyarakat tidak resah dan membeli minyak goreng secara berlebihan karenaa stok minyak goreng masih tersedia di ritel modern. (*)

Comments are closed.