– Rapat Gabungan Komisi DPRD Bersama Pemkab Buteng

Peliput: Anton

LABUNGKARI, BP– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Tengah menggelar rapat gabungan Komisi II dan III pada Rabu (23/11) bersama Pemerintah Kabupaten Buteng, dan dihadiri oleh Asisten I La Saripi SSos yang mewakili Pemkba Buteng, Kepala Dinas Pendidikan Buteng Dr Anzar MPd, serta Kepala Badan Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah kabupaten Buton Tengah atau yang mewakili.

Ketua DPRD Buteng Adam SAg saat ditemui pasca rapat mengatakan, rapat gabungan yang diadakan membahas terkait serapan anggaran Pemkab Buteng tahun 2016.

“Rapat yang digelar pada hari ini adalah rapat gabungan Komisi II dan III dengan mitra di pemerintah, yang tadi dihadiri Dinas Pendidikan Kabupaten Buton Tengah, kemudian yang dari Dinas Keuangan, dan Asisten 1 yang mewakili pemerintah terkait dengan serapan anggaran 2016, ternyata tadi setelah mendengar penjelasan dinas tadi, untuk DAU (Dana Alokasi Khusus) serapan anggaran itu adalah mereka nomor tiga dari sekian dinas yang ada di Kabupaten Buton Tengah,” ucapnya.

Dijelaskannya, ada sedikit persoalan mengenai Dana Alokasi Khusus (DAK) yang serapan anggarannya rendah, hal ini disebabkan oleh beberapa faktor yang menjadi penghambat, namun dari pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dinas PK) telah menyatakan bahwa seluruh pekerjaan menyangkut DAK akan terealisasi sebelum 25 Desember 2016.

“Cuman persoalan tadi yang menyangkut dana DAK serapan anggarannya rendah, ternyata tadi ada beberapa faktor yang menghambat itu, sehingga yang seharusnya itu direalisasikan 2016 kemudian menyebrang pada perubahan anggaran ini, dan mereka tadi sudah menyatakan bahwa akan diusahakan sebelum tanggal 25 Desember seluruh pekerjaan yang menyangkut DAK itu sudah bisa terealisasi,” tambahnya.

Selanjutnya mengenai terhambatnya dana DAK Adam memaparkan bahwa hal itu erat kaitannya dengan petunjuk dari pemerintah pusat terkait tidak adanya penarikan dana DAK, sehingga pihak Dinas PK Buteng ikut menyesuaikan.

“Beberapa faktor yang disampaikan itu tadi menyangkut tentang dana DAK ini, yang mana pada 2016 itu sebenarnya sudah mau dicairkan, ternyata ada lagi petunjuk dari pusat bahwa dana DAK itu tidak ada penarikan, sehingga Dinas PK itu menyesuaikan lagi sehingga itu yang menghambat, makanya serapan anggaran untuk 2016 ini baru berkisar 30 persen, dan untuk mengejar 70 persennya itu mereka ini secepatnya untuk mereka koordinasikan dengan Badan Keuangan untuk bagaimana direalisasikan sebelum tanggal 25 Desember itu,” tandasnya. (*)