Bupati La Bakry saat memimpin rapat tindak lanjut imbauan Gubernur

Peliput: Gustam

PASARWAJO, BP- Menyikapi imbauan Gubernur Sulawesi Tenggara terkait larangan berkerumun, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Buton menggelar rapat evaluasi, di Aula Kantor Bupati Buton, rabu kemarin (23/09).

Bupati La Bakry saat memimpin rapat tindak lanjut imbauan Gubernur
Bupati La Bakry saat memimpin rapat tindak lanjut imbauan Gubernur

Imbauan Gubernur tersebut membahas bebarapa poin, diantaranya larangan membentuk pertemuan kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pesta perkawinan, arisan, reuni, acara sosial lainnya maupun kegiatan demonstrasi.

Rapat tersebut dipimpin langsung Bupati Buton La Bakry. Satgas Covid-19 Buton sepakat dengan imbauan Gubernur tersebut. Namun untuk larangan pesta perkawinan, Pemkab Buton masih memberikan kebijakan kepada masyarakat, tentunya dengan ketentuan-ketentuan khusus.

La Bakry memutuskan, untuk kegiatan hajatan atau pesta perkawinan, boleh digelar tetapi wajib mengikuti protokol kesehatan, sesuai panduan Dinas Kesehatan dan Satgas Covid-19 Buton.

Ia menegaskan, kepada penyelengga pesta perkawinan, untuk mencantumkan di dalam undangan wajib memakai masker dan menaati protokol kesehatan. Bagi yang tidak memakai masker, tidak dibolehkan masuk di dalam acara pesta.

“Jadi Dinas Kesehatan menyiapkan panduan untuk orang yang hajatan. Tuan Pesta harus mengantongi izin terlebih dahulu dari Satgas, dengan syarat harus mengikuti panduan dari Satgas. Seperti menyiapkan masker, cuci tangan, alat deteksi tubuh, dan undangan dibatasi, tempat duduknya diatur untuk jaga jarak,” terang La Bakry.

Ditempat yang sama, Kapolres Buton AKBP Adi Benny Cahyono menyebut, pernikahan merupakan salah satu ibadah yang dianjurkan dalam Islam. Namun, di tengah pendemi saat ini, tuan rumah penyelenggara hajatan wajib mempedomani protokol kesehatan, jika tidak maka pihak Kepolisian akan menghentikannya.

“Artinya yang wajibnya bisa dilaksanakan dulu, kita menghargai yang melaksanakan pernikahan. Itu khusus acara nikahnya saja. Acara joget tidak diperbolehkan. Tapi sebelum dilaksanakan acara, petugas harus cek terlebih dahulu,” tegasnya. (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest