Peliput: Arianto W

BUTON, BP- Kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) kini telah berjalan efektif hampir di setiap satuan pendidikan, tidak terkecuali di lembaga pendidikan jenjang SMA/SMK se-Kabupaten Buton.

ilustrasi

Benar saja, prosesi belajar mengajar (PBM) yang sebelumnya diefektifkan melalui sistem daring (online) dengan menggunakan Handphone (Hp) Android sebagai media penunjangnya, kini pelan-pelan mulai ditinggalkan.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KCD Dikbud) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) Rayon Kabupaten Buton Djamaluddin mengungkapkan, semua lembaga pendidikan SMA/SMK di Kabupaten Buton kini telah melaksanakan PBM tatap muka di sekolah.

“Kita sudah lakukan tatap muka sebagian karena kita harus merujuk pada surat keputusan Empat Menteri,” jelasnya, Rabu (08/09).

Kendati demikian, mengingat kondisi daerah yang hingga kini masih belum pulih dari Covid19 sehingga untuk mengantisipasi resiko penularan yang begitu besar di kalangan pelajar, maka pihaknya mengistruksikan kepada tiap-tiap sekolah agar dapat mengatur volume siswa, dengan membagi dua kelompok belajar dari kuota ideal.

“Kita masih bagi jumlah siswa 50:50 istilahnya, dengan memperhatikan protokol kesehatan. Jangan sampai lalai,” tuturnya.

“Nanti sekolah yang mengatur, manejemennya diserahkan ke sekolah,” sambungnya.

Penerapan kebijakan ini tentu direspon positif oleh sejumlah kalangan, tak hanya dari pihak guru dan siswa, melainkan juga dari masyarakat.

baca juga: Bahas Percepatan Vaksinasi: Polsek Wolowa di Buton Bersama Instansi Terkait Gelar Coffe Morning

Sehubungan dengan hal itu, dalam upaya menggenjot optimalisasi PBM di tengah penyebaran wabah global ini, Djamaluddin juga mengimbau kepada setiap satuan pendidikan agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat di sekolah seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dan lainnya. (*)

One thought on “SMA/SMK di Buton Mulai Laksanakan PTM, Djamaluddin: Kita Bagi Jumlah Siswa 50:50”

Comments are closed.