Ilustrasi

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Dukung realisasi kebijakan belajar tatap muka, SMAN 1 Baubau siap menjalankan protokol kesehatan secara ketat di sekolah.

Wakasek Ur. Kesiswaan SMAN 1 Baubau La Hidi SPd MPd mengungkapkan, pada prinsipnya pihak sekolah sejak lama telah mengaku siap untuk melaksanakan proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di kelas.

Ilustrasi
Ilustrasi

“Kalau seandainya diizinkan dari dulu yah sebenarnya kita sudah siap,” jelasnya.

Tentunya hal ini didukung oleh ketersediaan fasilitas pencegahan Covid19 yang memadai di sekolah seperti alat ukur suhu tubuh, tempat cuci tangan, dan tak lupa pula cairan disinfektan.

“Pemerintah Sulawesi Tenggara (Sultra) mengirimkan bantuan tempat cuci tangan sebanyak 24 unit, dan belum lagi yang disiapkan oleh sekolah melalui Dana BOS,” ujarnya.

La Hidi menegaskan, jika kebijakan belajar tatap muka jadi diterapkan pada Januari 2021 mendatang maka pihaknya telah siap untuk menjalankan pengawasan siswa secara ketat guna mengantisipasi resiko penularan Covid19 di kalangan pelajar.

Diantaranya, mewajibkan penggunaan masker bagi siswa termaksud guru yang masuk ke sekolah. Kemudian, melakukan ukur suhu tubu, serta menyemprotkan cairan disinfektan sebelum dan sesudah PBM di tiap-tiap kelas.

“Tentunya memenuhi protokol kesehatan yaitu datang dengan menggunakan masker, namun sebelumnya itu dilakukan dulu ukur suhu tubuh, lanjut sebelum dan setelah pembelajaran di kelas itu dilakukan penyemprotan disinfektan,” tututnya.

baca juga: SKB Empat Menteri Izinkan Sekolah Tatap Muka di Januari 2021 Mendatang, Kabid Pembina SMP Disdikbud Baubau Masful: Bisa Masuk Tapi Baru 50 Persen

Tak hanya itu, sebagaimana instruksi Pemerintah Pusat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama, serta Menteri Dalam Negeri, menetapkan bahwa di dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka, jumlah maksimal siswa yang diperbolehkan masuk ke dalam kelas hanya sebanyak 50 persen saja.

Dan tak lupa, jarak antara kursi siswa pun wajib diperhitungkan. “Jarak kursinya itu 1,5 meter per siswa,” tandasnya. (*)

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah.

Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest