– Kepsek: Kita Akan Rakit Lebih Bagus Lagi Agar Bisa Dipasarkan

Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP– SMKN 1 Baubau keluar sebagai pemenang lomba kompetisi roket air berbasis angin yang digelar oleh himpunan mahasiswa tekhnik mesin Unidayan bekerja sama dengan Pemkot Baubau. Kemenangan itu disyukuri Kepala SMKN 1 Baubau Drs La Haris MM sekaligus dia mengucapkan terimakasih kepada para siswanya yang sudah berprestasi.

“Kemarin yang kami utus untuk ikut kompetisi itu kan ada dua tim yaitu tim A dan tim B. masing-masing tim ada tighas orang. Namun yang dinilai nhanya hasil karya dari tim A saja. Meskipun tim B ikut kompetisi jnugha tapi nilai yang dihitung hanya dari tim A saja. Kami memperoleh total nilai 1990-an sekian, lebih tinggi dari nilai yang diperoleh sekolah lain dalam kompetisi roket ini,” ucap La Haris, Rabu (07/12), di ruangannnya.

Hasris menyebutkan kenapa harus berterimam kasih kepada anak didiknyha, karena menurutnyha selama ini siswa-siswi SMKN 1 selalu banyak yang berhasil dalam mengikuti kompetisi dan memasarkan hasil kerja ekstrakuyrukulernya. Dia pun mencotohkan ada karya siswanya yang sudah berhasil dipasarkan berharga hingga ratusan ribuh rupiah seperti membuaty bola lampu dari hasil daur ulang.

Menurut Haris, kedepan, roket air yang baru saja dikompetisikan dimana bahan bakunya juga berasal dari daur ulang sampah bekas dari botol air mineral bisa dipasarkan. “Inilah yang saya maksud ketika saya dikabarkan bahwa kami pemenang kompetisi roket air, saya bilang ini menjadi cambuk bagi anak-anak kita agar kedepan bisa mendesain roket air itu lebih bagus lagi sehingga punya nilai jual dan bisa dipasarkan,” jelas Haris.

Dia pun berharap bukan hanya roket air saja yang akan diproduksi sekolahnya tetapi masih banyak lagi. Haris mengungkapkan selama ini pihaknya bersama pemerintah daerah selalu berkolaborasi ikut dalam berbagai lomba yang menampilkan hasil karya dari daur ulang barang-barang bekas dan beberapa kali mewakili Baubau dan Sultra selalu tampil sebagai juara.

“Anak-anakn yang berhasil dalam kompetisi memang harus selalu dimotivasi. Seperti mereka yang sukses dalam ajang kompetisi riket air, setelah berhasil pagi ini (rabu pagi-red) saya panggil untuk memberikan selamat dan kembali memberikan motivasi kepada mereka. Disamping memberikan hadia yang didapat, juga memang sekolah memberikan penghargaan,” ucapnya.

Siswa SMKN 1 Baubau yang ikut kompetisi roket air yaitu tim A terdiri dari Chendy Ariswan Latief kelas XII Akutansi 1, M Adriansyah kelas XII Akutansi 1, Al Farid Ramadhan M kelas XII Perkantoran 1. Tim B terdiri dari Gunawan Wibisono dari kelas XI Perkaantoran 1, Safril Gunawan kelas XI Pemasaran 1, dan Rahma Afifa kelas XI dari Akuntansi 1.

Haris mengatakan untuk mengikuti kompetisi roket air pihaknya hanya memnbutuhkan waktu persiapan dua hari, satu hari untuk mendesign roket airnya dan satu hari lainnya untuk melakujkan ujicoba meluncurkan roket air itu di sekolah. “Untuk biaya pembuatannya tidak sampai 200 ribu untuk dua contoh rakitan roket air dari daur ulang dari botol air mineral,” katanya lugas (***)