Peliput: Arianto W Editor: Hasrin Ilmi

BAUBAU, BP- SMPN 2 Baubau menggelar diklat peningkatan profesionalisme guru melalui pelatihan pembelajaran jarak jauh (daring). Kegiatan ini dalam rangka menghadapi proses belajar mengajar (PBM) Tahun Pelajaran 2020/2021 di tengah pandemi Covid19.

Demikian diungkapkan Kepala SMPN 2 Baubau Machmud SPd usai membawakan materi di salah satu ruangan kelas sekolah, Jumat (26/06).

Sebelumnya, Machmud menjelaskan, sekolah yang berada di Wilayah Zona Merah (Redzone) tidak diperkenankan untuk melaksanakan PBM secara langsung atau tatap muka.

Olehnya itu, melalui kegiatan ini seluruh tenaga pengajar (guru-red) diberikan pelatihan bagaimana cara membawakan materi dengan menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh.

Proses jalannya diklat peningkatan profesionalisme guru SMPN 2 Baubau Foto Arianto A–BaubauPost

” Jadi gambaran pelatihan yang kami lakukan saat ini adalah, pertama seluruh guru mata pelajaran sudah mendapatkan tugas mengajar dari sekolah. Jadi sebelum pelatihan dilangsungkan, guru-guru sudah kelas mana yang akan mereka ajar,” jelasnya.

Dikatakan, untuk efisiensi proses belajar daring tersebut seluruh guru mata pelajaran wajib membuat akun kelas sebanyak jumlah kelas yang mereka ajar. Diketahui, akun kelas ini dilengkapi dengan kode khusus, dimana masing-masing mata pelajaran memiliki kode yang berbeda.

” Nanti semua akun yang dibuat oleh guru mata pelajaran akan diteruskan ke masing-masing wali kelas dan wali kelas akan memposting ke dalam grub kelas supaya siswa mencatat kode-kode itu,” terangnya.

” Jadi mereka akan mengabsen dulu, kemudian belajar materi. Kalau ada tugas atau ulangan yah maka disitulah mereka akan mengerjakannya, termaksud dengan penilaian tengah semester dan penilaian semester,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, selama pemerintah belum memperbolehkan sekolah melaksanakan PBM secara langsung, maka pihaknya memastikan seluruh guru mata pelajaran tidak akan melanggar ketentuan yang telah disepakati tersebut.

” Kalau siswa mau lihat nilainya, mereka bisa langsung tahu berapa nilai tugas dan ulangannya di rumah,” tuturnya.

Untuk diketahui, kegiatan pelatihan ini diikuti 64 peserta yang terdiri dari 55 tenaga PNS dan sembilan tenaga GTT.

Dalam pelaksanaannya, pihak sekolah membagi jumlah peserta menjadi tiga kelompok, dimana masing-masing kelompok mengikuti pelatihan selama tiga hati. Dalam satu kelompok berisikan minimal 24 dan maksimal 26 orang.

” Kegiatan ini sudah berjalan selama empat hari, terhitung mulai Selala lalu. Insya Allah kami sudah siap untuk PBM jarak jauh,” pungkasnya. (*)

Pin It on Pinterest