Peliput: Amirul/Alamsyah Pradipta

BATAUGA, BP – Sedikitnya 260 orang yang tergabung dalam anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) diundang untuk menghadiri kegiatan yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kabupaten Buton Selatan, untuk mengikuti sosialisasi Pembinaan Satuan Keamanan Lingkungan Tterhadap Aparatur Linmas se Busel yang digelar di aula SMK Swasta Alsafitri Batauga, Rabu (7/12).

Kegiatan ini menghadirkan pemateri dari jajaran pejabat Polres Buton, TNI, dan Kasat Pol PP Busel dengan dihadiri sekitar 260 orang anggota Linmas dari 130 Tempat Pemungutas Suara (TPS) di lima Kecamatan Sampolawa, Batauga, Lapandewa, Siompu dan Siompu Barat yang masuk wilayah Polres Buton. Sosialisasi ini mengambil tema peran serta aparat perlindungan masyarakat (Linmas) dalam menjaga kondisifitas lingkungan menghadapi Pilada Busel 2017. Hadir pula dalam kegiatan ini para camat dan kades di lima kecamatan.

Kasat Pol PP Busel Baini Ali mengatakan, sosialisasi pembinaan untuk satuan keamanan lingkungan khususnya anggota linmas yang bertugas di PAM di TPS pada pilkada 2017 nanti.

Dikatakannya, dari 130 TPS dikali masing-masing nanti ditugaskan sebanyak 2 orang Linmas atau total sebanyak 260 orang. Materi sosialisasi pada prinsipinya mengenai tugas utama yang berkaitan dengan strategi, dan secara teknis pengamanan di PAM TPS nantinya.

“Diberikan pembekalan, tadi mengenai secara teknis fungsional opersional itu sudah disampaikan materi dari teman-teman dari kepolisian dan TNI. Terkait kebijakan pembinaan satlimas kelembagaan, pembinaan SDM, mengenai sistemnya itu menjadi kewajiban pemerintah daerah khususnya Satpol PP,” ucap Baini Ali saat ditemui usai kegiatan.

Lanjutnya, sebetulnya dinamika politik pilkada ini memang agak tinggi tapi untuk potensi gangguan keamanan di Busel itu kerawanan yang berlebihan itu tidak ditemukan potensinya. Hanya saja tetap waspadai seluruh wilayah Busel jelang pilkada ini.

“Tapi tidak sampai pada rawan I, rawan II, rawan III atau darurat hasil deteksi sementara belum ditemukan gangguan keamanan. Hanya kita tetap waspada dan berharap kepada warga untuk tetap menjaga persatuan dan kesatuan untuk menjaga bersama keamanan wilayahnya, karena tanpa kesadaran masyarakat dan peran masyarakat tanpa ada arti apa-apa juga,” katanya.

Sambungnya, sebagai lembaga pembina berpesan kepada anggota linmas yang hadir saat ini untuk membentuk organisasi Linmas yang ada di tiap desa. Pasalnya sampai saat ini informasi yang diperolehnya organisasi Linmas di desa di seluruh Busel belum terbentuk, legalitasnya belum ada, SK pengangkatan sebagai linmas belum ada.

“Makanya saya berpesan setelah kegiatan ini pulang langsung bentuk organisasi laporkan sama kepala desa, seharusnya dalam satu dusun dan lingkungan RT/RW itu masing-masing satu pleton anggota Linmas, satu pleton 10 orang, 9 orang anggota linmas dan satu komandan,” ujarnya.

Baini Ali berharap setelah terbentuknya organisasi itu dia meminta untuk fungsi Linmas itu tetap berjalan sebagai mana mestinya.l Bukan hanya pada saat ada kegiiatan Pemilu. Tapi setelah itu nantinya mereka bertugas menjalankan kegiatan rutin di linmas tiap desanya masing-masing. Jika sudah terbentuk Linmas di tingkat desa maka akan dibentuk organisasi Linmas tingkat Kecamatan sehingga menjadi wadah para anggota Linmas untuk berdiskusi mengenai permasalahan tugas mereka dilapangan.

“Saya sudah cek ternyata bajunya saja mereka tidak ada, nanti ada moment pilkada seperti ini baru ada baju seragamnya, pembinaan berjalan itu belum ada, nanti sudah terbentuk baru kita lakukan pembinaan oleh Satpol PP,” katanya.

Baini Ali, berharap kedepan akan mencoba menginfentarisir meminta anggota Linmas yang ada dalam forum sosialisasi itu untuk membentuk organisasi di tiap desanya masing-masing. Dari kecamatan Batauga, Lapandewa, Siompu dan Siompu Barat. Untuk Kadatua dan Batuatas nanti akan diagendakan kembali. “Saya harap seluruh kepala desa membentuk organisasi Linmas dimasing-masing desa secepatnya. Sehingga apapun masalah di lingkungan desa itu bisa terdeteksi melalui keamanan Linmas. Karena tidak tidak bisa dibiarkan seperti ini. Karena selama ini di Busel ini, nanti ada Pilkada, Pilkades, Pilpres, Pilcaleg baru ada Linmas masing-masing TPS setelah itu tidak ada lagi bubar lagi, makanya kita harapkan ini bisa berlanjut bukan hanya kegiatan pada saat moment Pemilu,” pungkasnya.(*)

Pin It on Pinterest