Peliput : Amirul
BATAUGA,BP-Bupati Buton Selatan, H. La Ode Arusani fokus melakukan pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola masyarakat. Dialog pengembangan UMKM pun dilakukan dengan mengundang sejumlah pihak, di gedung Wisata, Senin (25/10)

Kegiatan Dialog Pengembangan UMKM digelar di Gedung Wisata

Turut hadir dalam dialog tersebut, Tim Teknis BPK Abdul Rahman Farisi sebagai Pengamat Ekonomi, perwakilan sejumlah bank, seperti BRI, BNI, dan BPD Sultra, para kepala OPD, camat, dan lurah serta kepala desa.

Bupati dalam arahannya menyampaikan UMKM adalah bagian dari penopang kesejahteraan masyarakat dan perekonomian di daerah. Olehnya berbagai strategi harus dilakukan untuk pengembangan UMKM, apalagi saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Salah satu strategi yang dapat dimanfaatkan adalah program Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang dihadirkan bank. Berdasarkan data Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian, ada sebanyak 1.549 UMKM yang memiliki potensi untuk dikembangkan pihak bank.

baca juga: Perangkat Desa se-Busel Bakal Jadi Peserta BPJamsostek

“Kepada kepala desa saya harap agar jangan ragu-ragu untuk menghadirkan BUMDes di desanya dengan banyak menyerap informasi pada dialog kali ini. Setelah dari sini, nantinya bisa disosialisasikan ke warga desanya mengenai sejumlah strategi yang dapat dilakukan untuk pengembangan usaha kerakyaratan,” singkatnya. (*)

One thought on “Strategi Pengembangan UMKM Busel di Tengah Pandemi”

Comments are closed.