Haliana usai melakukan orasi ilmiahnya

Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI,BP – Tegas serta mampu merasionalkan, Cakada Wakatobi, Haliana SE menyatakan adanya kondisi yang merugikan masyarakat akan kepincangan poros pemerintahan yang terjadi sejak empat tahun lalu, hal ini disampaikannya saat melakukan kampanye disalah satu desa di Pulau Kaledupa.

 Haliana usai melakukan orasi ilmiahnya
Tak Ada Fitnah, Tegas dan Rasional Haliana usai melakukan orasi ilmiahnya

Haliana membeberkan, jika dampak dari kepincangan pemerintah ini berimbas negatif pada masyarakat kalangan rendah. Sehingga jika terdapat masyarakat membongkar penyataan-penyataan yang harusnya diketahui oleh masyarakat dianggap melakukan fitnah maupun iri hati.

“ Mereka mengatakan kalau kita Fitnah, tapi saya mengatakan sama meraka, silahkan lapor polisi. Tapi mereka hanya mengatakan mundi-mundi, karena hanya itu yang bisa dilakukan, tidak akan mungkin bisa menjawab apa yang saya akan bicarakan.” Ungkapnya tegas pada Kamis (15/10).

Dijelaskannya, keadaan masyarakat Wakatobi dari tahun 2016 sampai hari ini. Hal tersebut perlu dipertanyakan, mulai dari rumah sakit yang tidak memiliki dokter, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit daerah lain, Adanya penurunan omset pendapatan, susahnya lapangan pekerjaan. Serta mengapa merasakan begitu sepinya Wakatobi.

“ Karena apa yang kita bicarakan bukan iri hati dan bukan fitnah, tapi apa yang kita bicarakan adalah keadaan masyarakat Wakatobi dari tahun 2016 sampai hari ini,” jelanya

BACA JUGA: Politisi Senior Umar Samiun Kampanyekan Haliana-Ilmiati Daud Saat Deklarasi HATI

Selain itu, Haliana juga menyampaikan kondisi wilayah dipesisir, dengan potensi rumput laut yang dulu menjadi andalan Wakatobi,sekarang sudah menurun drastic, dikarenakan rumput laut yang tumbuh hanya dengan harga mencapai Rp 2 ribu dan Rp 3 ribu, sedangkan rumput laut yang mahal tidak dapat tumbuh lagi.

“ Pertanyaan kita apakah pernah ada suatu usaha pemerintah daerah untuk menjawab, kenapa yang dulu mahal yang tumbuh di Wakatobi sekarang tidak bisa tumbuh lagi. Sampai saat ini pun penelitian untuk menjawab, ada apa dengan laut kita. Kalau kita bertanya dimana keberpihakan Pemda, dimana hati nurani Pemda, Dimana mata dan telinga Pemda, seakan-akan kita hanya menfitnah mereka padahal itu adalah fakta dan keadaan yang sebenarnya.” Lugasnya.

Kata dia lagi, sumber kehidupan masyarakat pesisir khusunya di Kaledupa, dulu dapat merasakan ratusan ton rumput laut dapat hidup disini (Bercocok tanam_Red), Kemudian Ratusan ton perbulannya dapat ditmbnag.

“ Pada saat masarakat susah, pada saat masyarakat menemukan masalah, disitulah harusnya pemda bisa hadir untuk bisa menjawab,” tutupnya.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest