Nampak-Gedung-RSUD-Wakatobi.-Foto-Istimet

Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI,BP – Salah satu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Wakatobi mengaku sempat melakukan sidak bersama Anggota DPRD lainnya pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wakatobi. Tak ada pelayanan yang ditemukan.

Hal ini diungkap Wakil Ketua I DPRD H Arifuddin Rasydi SSos. Diketahui, Sidak tersebut dilakukan berdasarkan adanya laporan masyarakat, sehingga dirinya bersama-sama beberap angota DPRD yang lainnya menuju ke RSUD Wakatobi pada Senin (21/09) lalu.

Nampak-Gedung-RSUD-Wakatobi.-Foto-Istimet
Nampak-Gedung-RSUD-Wakatobi.-Foto-Istimet

” Karna kita dengar di masyarakat tidak ada pelayanan, sehinga kita kesana ya betul karena pegawainya itu sisa 15 orang.Disana itu sepi pelayanan kemarin itu tidak ada.” ungkapnya saat dikonfirmasi awak media melalui sambungan telephone pada Rabu (30/09).

Sambungnya lagi, pasien yang bakal berobat biasanya langsung berpindah berobat pada klinik swasta yang berada di Wilayah Kecamatan Wangi-Wangi atau dirujuk pada daerah lain seperti Kota Baubau dan Kota Kendari.

” Tapi mereka juga kalau ada yang datang menurut direkturnya itu dilayani. kalau tidak berarti dirujuk. Pada kosong, Dokter spesialis tidak ada. Tinggal dokter La Hida (Dokter umum-Red),” sambungnya.

mengejutkannya, para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja pada RSUD tersisa sebanyak 15 orang yang terbagi beberapa bidang, dan sebanya 15 ASN tersebut sudah termaksud Direktur RSUD tersebut. Sehingga Arifudin mengganggap bahwa RSUD kekurangan pegawai.

” Terus kita masuk ke UGD kosong tidak ada Orang, pasien tidak ada. yang ada cuman direktur dan berapa orang ada staf yang didalam dan juga 15 orang tidak hadir juga semua, cuman beberapa orang saja yang hadir.” ujarnya.

mengenai hal ini pihkanya tengah merencanakan bakal melakukan RDP bersama pihak terkait guna mengetahui lebih masalah yang sedang terjadi dan mencari solusinya. serta bakal mengundang bidang mutasi pada BKD Wakatobi.

” Baru kita rencanakan, sekaslifgus kita panggil pihka terkait seperti bagian BKD, karena apakah permintaan sendiri yang pindah, atau dipindahkan oleh pememrintah. Dirumah sakit itu tidak boleh ada kekosongan karena ini menyangkut nyawa.” ulasnya

Sehingga pihaknya bakal menyurat kepada kami OPD yang memiliki hubungan dengan pelayanan kesehatan. Arifudin juga menegaskan bahwa terkait kesehatan masyarakat adalah hal yang perting, Gedung boleh bagus namun lebih baik lagi bila fasilitas seperti dokter yang memang harus di pikirkan dengan sebaik-baiknya.

” Itu tidak tergantung dari gedungnya, dari pelayanannya. kalau pelayanannya juga bagus dokternya juga cukup tidak perlu dia mewah, tidak diobati dengan kemewahan itu kemudian sembuh pasien-pasien yang ada di dalam. kami akan membuat surat, dengan OPD-OPD yang tentu yang ada hubungannya dengan pelayanan kesehatan.

Sementara itu, untuk terjadinya perimbangan dalam berita ini, Awak media Baubaupost mencoba untuk menghubungi Direktur RSUD Wakatobi Dr H Munardin Malibu, namun belum bisa terkonfirmasi.(*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

ISTRI & ANAK ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SEDIH SAKSIKAN PEMAKAMANNYA

ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SAAT TUGAS OLEH SEORANG PEMUDA DI KELURHAN NGKARING-NGKARING, KECAMATAN BUNGI, KOTA BAUBAU DIMAKAMKAN DENGAN UPACARA MILITER. ANAK DAN ISTRI ALMARHUM SERDA BASO HADANG TERLIHAT SANGAT SEDIH DAN PILU MENYAKSIKAN DETIK-DETIK UPACARA PEMAKAMAN SUAMINYA. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA DISIS ALLAH SWT DAN KELUARGA YANG DITRINGGALKAN DIBERIKAN KETABAHAN HATI. AMIN. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest