Baju merah, salah satu warga yang mengakui bahwa dirinya mendapatkan ancaman

Peliput: Zul Ps

WANGI-WANGI,BP – Mirisnya di Pilkada Wakatobi kali ini, demi mencapai ambisi kemenangan pasangan calon Bupati Wakatobi petahana H arhawi dan Hardi La Omo dengan Jargon HALO, Kepala Desa Tanomeha Kecamatan Kaledupa Selatan ancam warganya hingga tidak akan memberikan bantuan dan melakukan pembakaran rumah.

Baju merah, salah satu warga yang mengakui bahwa dirinya mendapatkan ancaman
Tak Memilih Paslon HALO, salah satu warga Baju merah mengakui bahwa dirinya mendapatkan ancaman

Ada tiga orang warga Suku Bajo yang mengaku diancam, atas nama Kangkang mengaku diancam dibakar rumahnya. Kemudian, seorang nenek atas nama Ruciana juga mengaku diintimidasi dengan tidak akan diberikannya semua jenis bantuan. Serta atas nama Buruci diancam untuk dibunuh oleh antek kepala desa tersebut.

Pengakuan tersebut dibeberkannya saat pasangan Calon Bupati Haliana dan Ilmiati Daud melakukan kampanye dialogis di desa tersebut, Kamis (22/10). Selama ini mengapa mereka enggan menggungkap hal tersebut karena merasa takut akan ancaman tersebut sehingga memilih untuk diam.

Atas adanya pengakuan masyarakat tersebut, Paslon Haliana dan Ilmiati Daud tertunduk dan terduduk hingga meneteskan air mata, hingga membuat suasana haru beberapa saat. Haliana mengaku sedih akan adanya masyarakat Wakatobi yang diancam hanya karena faktor perbedaan pilihan.

“ Apalagi yang mau diancam di suku Bajo Lohoa sana. Mencari makan saja mereka susah, untuk kebutuhan air saja mereka harus datang menimba di sini. Kebutuhan listrik juga harus patungan. Pasangan HATI tidak akan membiarkan penderitaan rakyat terjadi terus menerus di daerah ini,” ucapnya, hingga tak mampu lagi meneruskan orasinya dan terduduk dan meneteskan air mata.

BACA JUGA: Tak Ada Fitnah, Tegas dan Rasional Haliana Bongkar Kondisi Wakatobi Sejak Tahun 2016

Ditempat yang sama, Juru bicara Kampanye Dialogis HATI Muhammad Daulat menegaskan, jika terdapat masyarakat yang diintimidasi, diancama dengan berbagai bentuk cara hanya untuk menuruti hawa nafsunya untuk dilaporkan kepada pihak Bawaslu dan pihak berwajib.

“ Kepada siapa saja yang selalu mengancam masyarakat agar dihentikan. Karena itu mencederai demokrasi kita,” pintanya. (*)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest