Laporan : Hasrin Ilmi

BAUBAU,BP -Meski tender mega proyek jalan lingkar Kota Baubau sudah ditetapkan pemenangnya, namun ada beberapa peserta lelang melakukan sanggahan. Bahkan, salah satu peserta lelang PT. Rajasa Tomax Globalindo melaporkan proses lelang ke aparat penegak hukum (APH) karena diduga ada prkatek Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).

Aduan tertulis itu ditembuskan kepada pihak-pihak yang berkompoten, diantaranya Pokja III Setda Kota Baubau, PA/KPA Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Baubau, PPK, APIP/Inspektorat Daerah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Ombudsman RI perwakilan Sultra, hingga Pengadilan Negeri Baubau dan arsip.

PT. Rajasa Tomax Globalindo, tertanggal 6 November 2021 melayangkan aduan kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan surat aduan nomor 11/RTG-ADUAN/1X/2021, serta Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra, nomor aduan 12/RTG-ADUAN/IX/2021. Perihal gugatannya terkait untuk proyek Peningkatan Jalan Lingkar Ruas Bungi – Sorawolio Tahap IV.

Dalam aduannya tersebut sebanyak 11 item aduan yang ditandatangani Direktur Utama PT. Rajasa Tomax Globalindo, H. Muhammad Nawir Fachdan, SE. Dimana inti dari laporan itu menegaskan bahwa Kelompok Kerja (Pokja) III Setda Kota Baubau tahun 2021, tidak bekerja sesuai dan menjalankan prosedur lelang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Selain itu, dalam satu poin keberatan yang diajukan PT. Rajasa Tomax Globalindo menduga adanya ‘permainan’ antara kelompok kerja (Pokja) III Setda Kota Baubau 2021 dan Konsultan Perencana dalam hal pembuatan penawaran yang nantinya dapat dibuktikan adanya kesamaan Nilai Penawaran harga satuan PT. GARUNGGA CIPTA PRATAMA (Pemenang) dengan HPS.

Untuk itu, PT. Rajasa Tomax Globalindo meminta kepada Polda Sultra maupun Kejati Sultra, untuk memanggil atau dilakukan penyidikan terhadap Pokja III Setda Kota Baubau 2021 dan menyita Server untuk dilakukan Evaluasi sehingga tidak menimbulkan kerugian negara.

Terkait laporan itu, Kepala Sub Bidang Penerangan Masyarakat atau Penmas, Kompol Dolfi Kumaseh yang dikonfirmasi Satulis.com via whatsApp, belum dapat memberikan keterangan.

Baca Juga : Jarangka/Katinting Dilarang Ambil Carteran, Surat Edaran Setda Tuai Pro Kontra
“Maaf sy lagi diluar daerah. Sy lagi cuti,” tulis Dolfi melalui pesan WhatsApp Senin, (8/11/2021).

Sementara itu, Kabag Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kota Baubau, Drs Ahmad Basri MSi saat dikonfirmasi via telepon selulernya senin malam (08/11/2021) mengatakan, saat proses lelang masih atau sedang berlangsung. Saat ini sementara proses masa sanggah selama 5 hari.

“Proses lelang ini masih atau sedang berlangsung, sekarang ini lagi proses masa sanggahnya, selama 5 hari, setelah itu ada jawaban kami berikan atas sanggahan dimaksud selama 3 hari, jadi tunggu saja disitu, supaya kami bicaranya komprehensif atau tidak sepotong-sepotong. Jadi biarlah kita ikuti dulu jadwal yang ada disistem, terkait wawancara dengan media, setelah semua proses tahapan dulu selesai supaya terukur dan komprehensif infonya. Yang jelas kami menjalankan semua proses ini selalu berdasarkan aturan atau selalu ada justifikasinya,”singkatnya.

Informasi yang diperoleh media ini dari situs LPSE Kota Baubau, untuk proyek Peningkatan Jalan Lingkar Ruas Bungi – Sorawolio Tahap IV, dimenangkan oleh PT. GARUNGGA CIPTA PRATAMA dengan nilai penawaran Rp. 40.914.746.253,20. Kemudian proyek Peningkatan Jalan Lingkar Ruas 2 Sorawolio – Bukit Asri, dimenangkan oleh PT. MERAH PUTIH ALAM LESTARI dengan nilai penawaran Rp. 38.485.366.786,34.

Sedangkan paket Peningkatan Jalan Lingkar Ruas 2 Bukit Asri – Batu Popi, dimenangkan oleh PT. Meutia Segar, nilai penawaran Rp. 39.660.263.441,35. Sedangkan paket Pembangunan Jalan Lingkar Ruas 2 Waborobo – Batu Popi, dimenangkan PT. MAHARDIKA PERMATA MANDIRI, dengan harga penawaran Rp. 40.582.485.743,71. (*)

baca juga: Bupati La Bakri Resmi Membuka Pelatihan Kain Tenun Buton di Kecamatan Wabula

One thought on “Tender Mega Proyek Jalan Lingkar Baubau Diadukan Ke Polda dan Kejati Sultra”

Comments are closed.