Komisoner KPU Wakatobi

Peliput: Zul Ps Editor: Prasetio M

WANGI-WANGI, BP – Penerapan protokol kesehatan dengan patuh diterapkan bakal Pasangan Calon (Paslon) Bupati Wakatobi Haliana-Ilmiati Daud (HATI) saat mendaftarkan diri di KPU Wakatobi, pada Minggu (06/09). Dan usai melewati tahapan verifikasi, berkas syarat pendaftaran HATI dinyatakan sah dan memenuhi persyaratan sebagai peserta calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pilkada 2020.

Komisoner KPU Wakatobi
Komisoner KPU Wakatobi

Ketua KPU Wakatobi Abdul Rajab mengatakan, pendaftaran bakal Paslon dilaksanakan selama tiga hari hari yakni, pada tanggal 04 hingga 06 September 2020. Berhubung pendaftaran ditengah pandemik covid-19, maka KPU tetap menghimbau agar para peserta taat menerapkantetap memperhatikan protokol kesehatan saat mendaftar.

” Sejak awal pendaftaran kami tidak henti-hentinya menghimbau, bahwa ada pembatasan jumlah personil maupun bakal Paslon yang bisa ikut hadir di tempat pendaftaran itu, ” ungkap Abdul Rajab.

Ia menegaskan, KPU Kabupaten Wakatobi dalam melaksanakan seluruh tahapan pelaksanaan mulai dari pendaftaran hingga pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dilakukan secara profesional, serta memperlakukan semua pasangan calon secara adil dan setara.

Sambungnya lagi, setelah melakukan pemeriksaan kelengkapan dan keabsahan dokumen persyaratan, selanjutnya dituangkan dalam hasil pemeriksaan, maka pihaknya resmi menerima berkas persyaratan pendaftaran bakal Paslon HATI.

” Adapun hasil penelitian persyaratan pendaftaran pencalonan dan persyaratan pendaftaran calon dinyatakan sah dan dinyatakan lengkap keabsahan, sehingga dinyatakan memenuhi syarat, ” terangnya. (**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel:

DEMO TRANSPARAN BLT DI WAKATOBI DEMONSTRAN DAN APARAT PICA-PICA

Aksi demonstrasi menuntut transparansi Bantuan Sosial Tunai (BST) periode Mei yang berasal dari Kementrian Sosial (Kemensos) RI di Kabupaten Wakatobi berakhir ricuh. Aparat kepolisian dan sat Pol PP Wakatobi melakukan tindakan represif terhadap massa aksi. Terlihat bahwa Demo transparan BLT di Wakatobi demonstran dan aparat pica-pica

Aksi mahasiswa tergabung dari lembaga Barisan Orator Mahasiswa (Bom) Kepton, Gerakan Aktifis Mahasiswa (GAM) dan Koalisi Parlemen Jalanan Wakatobi pada Senin (6/07) di depan Kantor Bupati Wakatobi awalnya berjalan damai. Namun begitu selesai sholat Zuhur, situasi mulai memanas dan pada akhirnya memicu terjadinya aksi saling dorong pagar yang berujung pada tindakan kekerasan. Demonstrasi yang menuntut transparan bantuan langsung tunai (BLT) itu pun membuat kubu demonstran dan juga aparat ada yang mengalami luka alias pica-pica.@BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest