Peliput: La Ode Adrian

BAUBAU, BP – La Pendi, warga Lande Desa Gerak Makmur Kecamatan Sampolawa Kabupaten Buton Selatan, meminta dan mendesak Pemerintah Kabupaten Buton Selatan dan Panwaslu Buton Selatan untuk menindaklanjuti atau mengadili Darwis salah satu pegawai PLN Pelayanan Unit Batauga, yang terlibat langsung dalam kampanye Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Buton Selatan nomor urut 2.

Kepada Baubau Post Selasa (31/01) La Pendi menjelaskan, Darwis yang merupakan pejabat BUMN terlibat langsung dalam kampanye paslon dimaksud yang dilaksanakan pada Kamis 26 Januari 2017 bertempat di Lapangan Desa Bola Kecamatan Batauga.

Bahkan dikatakan, selama kampanye berlangsung Darwis menggunakan rambut palsu beserta ikat kepala dan kacamata hitam, dengan tujuan yang tidak jelas.

“Dia (Darwis) ikut kampanye pasangan nomor urut 2, karena dia seorang PNS, itukan sudah pasti melanggar aturan. Kemudian dia mengangkat dua jari, dan seorang Darwis memakai wig (rambut palsu, red.), pengikat kepala, dan menggunakan kacamata hitam, seakan-akan jangan sampai ada yang kenal,” jelas La Pendi.

Dilanjutkan, Darwis mendatangi lokasi kampanye menggunakan mobil jeep warna hitam. Bahkan kata La Pendi, sebelumnya Darwis juga terlihat aktif pada posko pemenangan paslon nomor urut 2 yang tersebar dibeberapa lokasi lingkup Kabupaten Buton Selatan.

“Dia memang aktif, bahkan dia mengangkat tangan salam dua jari, dia tepat berada dibawah panggung bagian kiri dan berteriak ‘BONGKAR’ sambil menundukan kepalanya. Dua minggu lalu juga ketika saya pulang dari Baubau, sekitar jam 24.00 Wita saya bertemu beliau (Darwis) tepat di depan posko nomor urut 2 di Kelurahan Busoa. Dia arahkan juga saya untuk memilih nomor urut 2,” katanya.

Oleh karena itu, La Pendi meminta dengan tegas kepada Pemkab Busel untuk segera mengambil keputusan atas kejadian tersebut, dimana disebutkan bahwa Darwis sebagai seorang ASN seharusnya tidak boleh terlibat langsung dalam kampanye salah satu paslon.

“Tolong Darwis ini diambilkan keputusan, dimana dia sebagai PNS tapi kok aktif ikut kampanye. Saya juga meminta kepada pemerintah diatas, Darwis ini di adili, hari ini tidak ada dari pihak manapun yang mendorong saya untuk menyuarakan itu, saya memang berjuang sendiri untuk menindaki ini, karena saya tidak ingin ada PNS yang tidak taat akan aturan,” pungkasnya.

Bahkan, La Pendi telah melaporkan kejadian tersebut secara resmi pada pihak Panwas Busel, dengan nomor laporan 05/LP/PANWAS KAB. BUSEL/I/2017, dimana sebagai terlapor yakni Calon Bupati Buton Selatan H Muhamad Faizal SE MS, Calon Wakil Bupati Buton Selatan Wa Ode Hasniwati, dan Pejabat BUMN Darwis, atas keterlibatan Pejabat BUMN dalam kampanye Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Buton Selatan.

Dan hingga berita ini dipublikasikan, Baubau Post belum berhasil meminta keterangan lebih jauh kepada pihak Pengawas Pemilu (Panwaslu) Buton Selatan, terkait keterlibatan Darwis dalam kampanye Paslon Bupati dan Wakil Bupati Buton Selatan Nomor Urut 2 yang dilaksanakan pada 26 Januari 2017.

Sedangkan dikutip dari edisi Baubau Post tertanggal 30 Januari 2017, mahasiswa Buton Selatan (Busel) yang tergabung dalam Mahasiswa Lintas Gerakan (Malige) mendatangi PLN Cabang Baubau pada Senin (30/01).

Kehadiran Malige untuk meminta kepada pimpinan PLN Cabang Baubau agar segera ‘mengeksekusi’ Darwis dari jabatannya saat ini, karena diduga terlibat mendukung salah satu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Busel secara terang-terangan saat kampanye.(*)

Pin It on Pinterest