Peliput: Iman Supa

RAHA,BP – Dinas Perhubungan Kabupaten Muna diduga melakukan pembiaran kepada angkutan umum yang tidak memiliki izin trayek untuk mobil yang menggunakan plat hitam. Selain adanya pembiaran juga ada dugaan kerjasama dengan para sopir yang menggunakan plat hitam untuk mengangkut penumpang.

Keluhan adanya kerjasama itu disampaikan puluhan masa yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pemerhati Angkutan Umum (AMPAU) lalu dihalaman Dinas Perhubungan Kabupaten Muna beberapa waktu.

Ketua AMPAU, Sapril Gerhana mengatakan banyak ditemukan para sopir angkutan umum ilegal dengan menggunakan plat hitam untuk beroperasi mengangkut penumpang. Padahal sopir-sopir itu tidak memiliki izin trayek, izin operasional maupun usaha mengangkut penumpang dan akibatnya menimbulkan persaingan tidak sehat yang berujung konflik.

“Kalau Dinas Perhubungan tidak mengatasi sopir yang menggunakan plat hitam, ini akan menimbulkan konflik antara sopir angkutan umum yang menggunakan plat kuning dengan plat hitam,” ungkapnya.

Ketua BEM Hukum UHO, Muhammad Takdir Al mubaraq menambahkan angkutan umum menggunakan plat hitam tidak sesuai dengan rujukan UU nomor 23 tahun 2009 tentang lalulintas dan angkutan jalan. Ia juga berharap Dinas Perhubungan bekerja sama dengan Satlantas untuk menindak sopir angkutan umur yang menggunakan plat hitam.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan La Oba melalui sekretarisnya La Ode Ndifaki Toe mengungkapkan, pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan pihak Satlantas Polres Muna. Ia juga mengakui jika pihaknya telah kecolongan dengan beroperasinya angkutan yang menggunakan plat hitam.

Selain itu, kedatangan para masa untuk menyuarakan aspirasinya juga akan memicu kinerja Dinas Perhubungan, namun kata dia mereka bukanlah penentu kebijakan sehingga akan segera dilakukan koordinasi dengan pihak terkait.

“lni akan mempercepat proses laporan dan mempelajari regukasi apa yang dilakukan sehingga tidak salah langkah dalam bertindak,” tandasnya. (*)

Pin It on Pinterest