Peliput Alyakin

PASARWAJO, BP – Tiga dari 83 Desa di Kabupaten Buton, yaitu Desa Mapano, Desa Kamurano, Desa Ranusari. tidak mengikuti pelatihan Sistem Keuangan Desa (Siskudes) yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Buton.

Pelantihan sistem keuangan desa diselenggarakan selama tiga hari yang diikuti sekretaris dan bendahara Pemerintah Desa se Kabupaten Buton. Kegiatan tersebut, dibuka secara resmi oleh Plt Bupati Buton, Drs La Bakry Msi melalui Asisten III Setda Buton, Makmur di kantor Bupati belum lama ini.

Kepala DPMD, Alimani saat dikonfirmasi Baubau Post mengatakan, ketidak hadiran sekretaris dan bendahara tiga Desa itu merupakan kelalaian. “Kita tidak tahu asalannya apa, tetapi yang pasti pemberitahuan itu kita sudah sampaikan mereka karena kegiatan ini sangat penting,” ungkapnya

Lanjutnya, berdasarkan amanat undang-undang yang tertuang dalam peraturan Mentri Dalam Negeri (Mendagri) No 113 tahun 2014, aparatur Desa wajib mengikutinya, pasalnya Mendagri dan BPKP telah melakukan MoU.

“Inilah yang ditindak lanjutinya, karena kegiatan ini sangat penting dalam penatausahan dan pengelolaan keuangan desa baik anggaran Alokasi Dana DESA (ADD) maupun Dana Desa (DD),” Jelasnya

Dalam pelatihan sistem pengelolaan keuangan dana desa adalah merupakan tuntutan pembukuan sesuai undang undang dasar, untuk sistem pengelolaan keuangan Desa, yang diikuti Sekertaris dan Bendahara Desa, agar dapat mengelola keuangan dana desa dan tertata dengan baik

Untuk diketahui, Kegiatan pelatihan sistem keuangan desa yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) pada 27 November di kantor Bupati Buton dan dilanjutkan di salah satu hotel Kota Baubau dan Pemateri dihadirkan dai Badan Pemeriksaan Keuangan Pusat (BPKP) RI Perwakilan dari provinsi Sulawesi Tenggara.(*)

Pin It on Pinterest