Peliput: Hengki TA — Editor: Hasrin Ilmi

LABUNGKARI, BP – Tim lomba Kampung Tangguh Nusantara (KTN) Polres Baubau, telah melakukan penilaian di 14 kampung tangguh diwilayahnya. Selasa (30/06) tim lomba melakukan penilaian di Kampung Tangguh Rajungan Beriman, Desa Batubanawa, Kecamatan Mawasangka Timur (Mastim), Kabupaten Buton Tengah (Buteng)

Tim penilai lomba dihadiri Kabag Ren Polres Baubau Kompol Mustamal, Kasat Binmas AKP Muh Salam, dan Kasat Sabhara Iptu Raden Muliadi, yang disambut dengan tari-tarian adat budaya dan pengalungan bunga, di Gerbang pintu masuk Kampung Tangguh Rajungan Beriman Batubanawa.

Tim lomba KTN, saat melakukan penilaian di Kampung Tangguh Rajungan Beriman Batubanawa

Pada kesempatan itu juga dihadiri Camat Mastim Herman, para kepala Desa, Koramil 1413-04 Mawasangka, Tim Survailance dan Nakes Puskesmas Mastim, Tim Relawan cegah Covid-19 desa Batubanawa dan pengurus Karang Taruna Rajungan Desa Batubanawa, hingga Ibu ibu PKK se Kecamatan Mastim dan Tomas, Toga, Toda desa Batubanawa.

Selanjutnya, Tim Lomba KTN melakukan peninjauan sarana prasarana, fasilitas, inovasi, SOP/HTCK, SDM, SDA, administrasi pendukung di sekretariat KTN dan objek pendukung lainnya yg mendukung kemandirian dan ketangguhan Desa Batubanawa.

“Hasil penilaian akan diumumkan, pada puncak perayaan hari Bhayangkara ke 74,” ungkap IPDA Musrifin, Kapolsek Mastim melalui rilisnya.

Untuk diketahui, Desa Batubanawa, Kecamata Mastim menjadi perwakilan sebagai kampung tangguh rajungan beriman. Terpilihnya Desa Batubanawa sebagai Desa Tangguh, sebab dari dulu sudah terbentuk secara alami, mulai dari segi ekonomi hingga sosial budayanya.

Polres Baubau melaksanakan lomba kampung tangguh, sebagai rangkaian Hari Bhayangkara ke 74, dimana kampung tangguh merupakan untuk segala-galanya, bukan hanya tanggung dalam menghadapi pandemi virus corona atau covid-19 dan menghadapi new normal.

Khususnya untuk wilayah Polsek Mastim, menujuk Desa Batubanawa menjadi kampung tangguh, sebab melihat tangguh dalam sosial budaya, selama ini sosial budaya sudah terbangun secara alami, karena hubungan kekeluargaan, keketabatan, dengan menjunjung tinggi kearifan lokal. (*)

Pin It on Pinterest