Peliput: Anton – Editor: La Ode Adrian

LABUNGKARI, BP – Asosiasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengadakan pembinaan kepada masyarakat Kabupaten Buton Tengah (Buteng), untuk mengolah jambu mente dan ikan menjadi komoditi ekspor, yang diselenggarakan di Gedung Serba Guna Kecamatan Gu, Jumat (09/12).

Kepada Baubau Post, Ketua Asosiasi UMKM Sultra Prof Dr H La Onu La Ola SE MS mengatakan, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama antara BAPPEDA Kabupaten Buton Tengah dan Asosiasi UMKM Provinsi Sultra.

Dijelaskan, misi yang diemban UMKM Sultra dalam kegiatan tersebut adalah terwujudnya upaya pemberdayaan seluruh usaha kegiatan masyarakat, dalam rangka melaksanakan usaha sesuai dengan profesi dan keahlian masing-masing. Sedangkan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 80 warga yang merupakan perwakilan dari desa-desa se Kabupaten Buton Tengah.

“Misinya kami di UKM ini agar UKM diseluruh Provinsi Sulawesi Tenggara diberdayakan, aktif melaksanakan usahanya sesuai dengan keahliannya masing-masing, makanya ini kami kerjasama dengan BAPPEDA Buteng untuk menyurati para kepala desa. Kemudian tiap-tiap desa mengutus 2 orang warganya untuk mengikuti pelatihan ini,” jelas Prof La Onu.

Lanjut dari itu dijelaskan, setelah masyarakat terdaftar sebagai anggota UKM, maka diharapkan mampu melakukan produksi sesuai bidang keahlian dan mampu memasarkan produk yang dihasilkan dari usaha tersebut.

“Yang akan memasarkan itu adalah kami di pusat UKM Provinsi Sulawesi Tenggara, karena kami sudah konek (terhubung, red) dengan pasar nasional dan internasional,” paparnya.

Dijelaskan, dalam pelaksanaan kegiatan tersebut para peserta diajarkan cara membuat jambu mete (jambu monyet) silver campur coklat dan abon ikan, yang kemudian diadakan evaluasi untuk mengukur tingkat kemahiran dan keahlian tiap-tiap peserta dalam pelatihan.

“Sekarang ini kita ajar dulu cara pembuatannya olahan jambu mete campur coklat dan pembuatan abon ikan, nanti kita akan evaluasi, kita kasih bahan kemudian mereka yang kerjakan sendiri baru kita nilai dengan cara kita cicipi rasanya. Misal oh ini sudah memenuhi standar dan ini belum,” tutupnya.(*)