UPTD Pelabuhan Perikanan Wameo-Baubau melakukan pembenahan keuangan di bawah Komando Ade Hermansyah

UPTD Pelabuhan Perikanan Wameo Benahi Sistem Keuangan

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – UPTD Pelabuhan Perikanan Wameo kini membenahi sistem keuangannya. Penyetoran retribusi tidak lagi secara langsung, melainkan melalui bank.

UPTD Pelabuhan Perikanan Wameo-Baubau melakukan pembenahan keuangan di bawah Komando Ade Hermansyah
UPTD Pelabuhan Perikanan Wameo-Baubau melakukan pembenahan keuangan di bawah Komando Ade Hermansyah

Sebelumnya keuangan di TPI Wameo atau UPTD Pelabuhan Perikanan bermasalah atau terjadi dugaan tindak pidana korupsi dengan tersangka MB. Kasus yang bergulir tahun 2017 ini diketahui merugikan negara hingga Rp 304.137.000 berdasarkan perhitungan BPKP.

Kepala UPTD Pelabuhan Perikanan Wameo Ade Herwansyah menegaskan, jika sistem pengelolaan keuangan di instansi yang dipimpinnya bukan seperti yang dulu lagi. Pihaknya tidak lagi menerima uang secara langsung dari pengguna jasa.

“Kita hanya mencatat saja berapa ton ikan pengguna jasa, setelah itu mereka yang menyetor ke bank. Kita tidak mau ambil risiko,” ujarnya.

Ade Herwansyah juga mengatakan, pihaknya ditugaskan untuk memimpin UPTD Pelabuhan Perikanan Wameo untuk memperbaiki sistem yang sebelumnya bermasalah. Termasuk menggenjot capaian retribusi dengan melibatkan Satpol PP.

“Kami menggantikan yang bermasalah, kami komitmen untuk memperbaiki sistem di bawah ini, pengelolaannya itu kita rubah,” katanya.

Pelibatan Satpol PP kata dia, untuk menertibkan para pemilik ikan yang belum membayar retribusi. Artinya seluruh komoditas ikan yang masuk ke Kota Baubau seperti dari Buton, Buton Selatan, maupun Buton Tengah wajib ditarik retribusinya.

BACA JUGA: Sektor PAD Pelabuhan Perikanan Wameo Tahun Ini Meningkat Pesat

“Jadi ikan yang masuk di Kota Baubau wajib hukumnya mengambil retribusi di UPTD Pelabuhan Perikanan Wameo, kalau tidak ada itu disuruh masuk ke sini,” tandasnya.

Upaya ini terbukti meningkatkan retribusi perikanan di UPTD Pelabuhan Perikanan Wameo. Per September 2020, total capaian retribusi Rp 115.700.000 dari target tahun ini Rp 80 juta.

Tidak hanya retribusi, terdapat pendapatan lainnya di UPTD Pelabuhan Perikanan Wameo yakni pabrik es Rp 199.180.000 dan Cold Storage Rp 214.569.800. (**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

ISTRI & ANAK ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SEDIH SAKSIKAN PEMAKAMANNYA

ANGGOTA TNI 1413/BUTON YANG DIBUNUH SAAT TUGAS OLEH SEORANG PEMUDA DI KELURHAN NGKARING-NGKARING, KECAMATAN BUNGI, KOTA BAUBAU DIMAKAMKAN DENGAN UPACARA MILITER. ANAK DAN ISTRI ALMARHUM SERDA BASO HADANG TERLIHAT SANGAT SEDIH DAN PILU MENYAKSIKAN DETIK-DETIK UPACARA PEMAKAMAN SUAMINYA. SEMOGA ALMARHUM DITERIMA DISIS ALLAH SWT DAN KELUARGA YANG DITRINGGALKAN DIBERIKAN KETABAHAN HATI. AMIN. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest