Peliput: Duriani

WAKATOBI, BP – Urusan Dokumen Perjalanan Republik Indonesia (DPRI) atau biasa disebut Paspor di Kantor Imigrasi Kelas III Kabupaten Wakatobi, mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Meskipun memiliki cakupan wilayah sangat kecil dibanding daerah lain, yang memiliki kantor Imigrasi.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas III Kabupaten Wakatobi, Saroha Manullang, mengungkapkan jika aktivitas kantor dipimpinannya sepanjang tahun 2017 lebih padat dibanding tahun-tahun sebelumnya. Bahkan selama 2017, pihaknya menemukan beberapa kasus yang belum pernah terjadi tahun sebelumnya.

“Sejak Januari hingga 15 Desember 2017, Imigrasi Wakatobi menerbitkan 706 DPRI, yang mengalami kenaikan 11.3 persen. Sementara Tahun 2016 hanya 563 DPRI,” ungkap Saroha Manullang, di Wangi-Wangi, Selasa (19/12/2017).

Data Januari hingga 15 Desember 2017, Saroha Manullang, mengatakan pihaknya juga menemukan calon pemohon DPRI yang belum memenuhi syarat. Pihaknya terpaksa menunda demi menghindari resiko lebih besar. “Tahun ini juga kami temukan delapan orang pemohon paspor dibawah umur. Terpaksa kami menunda penerbitan untuk hindari resiko karena kami duga akan menjadi TKI Non Prosedural,” katanya.

Untuk Ijin Tinggal Keimigrasian (ITK), pria asal Sumatera Utara (Sumut) menjelaskan selama tahun 2017 mengalami peningkatan. Baik itu Ijin Tinggal Kunjungan (ITK), ITK berdasarkan maksud dan tujuan, ITK berdasarkan Kewarganegaraan, ITK Jenis Kelamin, Ijin Tinggal Sementara (ITAS), ITAS berdasarkan maksud dan tujuan, ITAS berdasarkan Kewarganegaraan maupun ITAS berdasarkan jenis kelamin.

“Tahun 2017 kita terbitkan ITK 104 sementara tahun sebelumnya 76. ITK ada tiga jenis yakni wisata 59, keluarga (social) 28 dan pelatihan 17, terdiri dari 45 pria dan 59 wanita. Sementara tahun lalu hanya 76 dengan 32 pria dan 45 wanita,” jelas Saroha Manullang.

Begitu pula untuk ITAS, Saroha Manullang menuturkan jika mengalami peningkatan. “Untuk ITAS ada 16 sementara tahun lalu hanya 4. Sementara untuk ijin tinggal kunjungan didominasi warga Britania Raya sebanyak 34 orang,” bebernya.

Menurut Saroha Manullang, bukan hanya jumlah DPRI maupun angka kunjungan yang meningkat. Namun penerimaan Negara bukan pajak selama 2017 mengalami kenaikan juga. “Penerimaan negara bukan pajak untuk Warga Negara Asing (WNA) selama 2017 Rp 80.160.000. Sedangkan tahun lalu Rp 31.205.000. Begitu pula untuk WNI sebanyak Rp 218.050.000, sementara tahun lalu Rp 179.545.000. Jadi untuk WNA naik 157 persen dan WNI 21 persen,” ucap Saroha Manullang.(*)

 

Pin It on Pinterest