Laporan: Hasrin

BAUBAU, BP-Gubernur Sultra H Ali Mazi, SH terus memperjuangkan pemekaran Provinsi Kepulauan Buton (Kepton) agar terpisah dari induknya Provinsi Sultra. Bahkan, saat kunjungan kerja ketua DPD RI Ir H Lanyalla Mahmud Mattalitti ke Baubau bersama beberapa anggotanya Kamis (17/6/2021), orang nomor satu di bumi anoa ini menitipkan aspirasi dan harapan besar seluruh elemen masyarakat Buton tersebut kepada ketua DPD RI untuk kiranya dapat mendorong percepatan daerah persiapan pembentukan provinsi Kepulauan Buton menjadin salah satu prioritas nasional daerah persiapan yang dibentuk bercirikan daerah kepulauan untuk kepentingan strategi nasional.


Menurut Ali Mazi, saat ini adminitrasi pemerintah Provinsi Sultra telah berkembang menjadi 17 daerah otonomi terdiri 15 Kabupaten dan 2 Kota. Wilayah yang begitu luas dan perkembangan dinamika masyarakat maka pemekaran adalah sebagian dari solusi penyelesaian persoalan daerah. Pemekaran selain mengatasi kesenjangan antara wilayah juga menguntungkan bagi pelayanan pemerintah yaitu pelayanan menjadi lebih terfokus dan lebih dekat dengan rakyatnya. Selain itu, aspirasi pembentukan provinsi Kepton bukanlah tanpa alasan yang kuat yakni 6 daerah wilayah adminitrasi pemerintah daerah yang menjadi cakupannya Kota Baubau, Kabupaten Buton, Buton Utara, Wakatobi, Buton Tengah dan Buton Selatan secara historis adalah eks wilayah Kesultanan Buton yang merupakan daerah terkenal dengan sejarah pemerintahan mandiri yang kemudian berlanjut hingga terbentuknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dikatakan Ali Mazi, pihaknya sudah mengajukan pula surat ke ketua DPD RI terkait percepatan pembentukan wilayah Kepton. Pada waktu terbentuknya Sultra dan sebelum terbentuk Sultra dulu di Sultra disebut dengan Kabupaten Sultra dan ber ibukota di Baubau. Karena itu, bila pemerintah RI mungkin melalui DPD RI bisa mendorong percepatang merupakan sangat tepat sekali. “Kalau dibandingkan dengan daerah lain yang dimekarkan bersamaan dengan Kepton saya kira yang memiliki potensi yang sangat luar biasa adalah Kepton.Kita memiliki laut yang begitu luas, potensi perikanan yang sangat besar, ada 573 spesies karang terbesar di dunia ada di Wakatobi dan salah satu destinasi wisata juga memiliki tambang aspal yang diperkirakan sampai 200 tahun tidak akan habis. Potensi ini dari Allah SWT yang tentunya putra-putra daerah wajib untuk mengelola, manajemen tentunya sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pariwisata kita juga memiliki benteng terluas didunia ini juga berarti pembentukan benteng ini tidak sembarang dibentuk tetapi ada maksud-maksud tertentu para leluhur,”katanya .
Ali Mazi menegaskan, sudah patut dan wajib Provinsi Kepton dimekarkan menjadi salah satu provinsi kepulauan di Indonesia. Pihaknya meyakini dan percaya jika ketua DPD RI La Nyala Mataliti juga bagian dari masyarakat Buton serta bagian dari leluhur di Kepton. Apalagi, sejarah Sulawesi tentunya Bone dan Buton tentu ini tidak bisa lepas dari itu. Karena itu, dirinya berharap ketua DPD RI yang datang bersama tim untuk mendengarkan permohonan dari seluruh masyarakat Kepton agar betul-betul pembentukan percepatan Kepulauan Buton sebagai salah satu wilayah provinsi di Indonesia ini segera terwujud dan masyarakat ada yang dibanggakan dan ini juga merupakan pesan leluhur.

Ketua DPD RI La Nyalla diberi gelar La Ode oleh lembaga adat Kesultanan Buton

Sementara itu, terkait pemberian gelar kehormatan adat dari lembaga Kesultanan Buton kepada Ketua DPD RI Ir H Lanyalla Mattalitti, selaku Gubernur Sultra dan secara pribadi selaku putra wolio, Ali Mazi tentu menyambut baik dan mengapresiasi serta mendukung pelaksanaan rangkaian kegiatan yang diselenggarkan oleh lembaga adat kesultanan Buton dan terasa begitu istimewa karena dihadiri oleh ketua DPD RI Ir Lanyalla Mahmud Mattalitti dan delegasi DPD RI serta Sekjen majelis adat kerajaan nusantara yang diharapkan dapat mendorong penguatan peran lembaga adat kesultanan Buton untuk lebih berkontribusi bagi pembangunan didaerah ini, bangsa dan negara.

Pemerintah jelas membutuhkan eksistensi adat istiadat, budaya dan kearifan lokal yang sangat harmoni antar sesama dan juga dengan alam lingkungannya serta sebagai unsur penting dalam pelaksanaan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Adat dan budaya kesultanan Buton dapat menciptakan ketertiban masyarakat karena adat Buton mampu membentuk karakter individu dan masyarakat yang taat hukum. Memiliki etos kerja dan toleran di tengah kemajuan kemajemukan masyarakat.

“Untuk itu saya menaruh harapan besar kepada pengurus lembaga adat kesultanan Buton agar menjadi garda terdepan dalam merawat dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal adat kesultanan Buton dan mewariskan kepada generasi muda dan milenial kesultanan Buton yang dipercaya dapat memberikan sumbangsih positf yang besar dalam pemberdayaan masyarakat dan pelaksanaan pembangunan di segala sektor,” Ucap Ali Mazi sebagaimana dirilis Kominfo Baubau.

Ditempat yang sama, Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin, MH meminta kepada ketua DPD RI agar kiranya bisa membantu percepatan pemekaran Kepton karena porto folio merupakan kewenangannya dapat membantu. Sedangkan mengenai mekanisme penjabarannya, sudah ada yang lebih tahu anatomi untuk pemekaran.

Orang nomor satu di Kota Baubau mengucapkan terima kasih kepada La Nyala Mataliti yang sudah ke Baubau bersama beberapa anggota DPD RI dan ini sudah merupakan energi bagi masyarakat Buton dan motivasi kepada masyarakat. Apalagi, hal ini semua rangkaian proses menjadi satu kesatuan yang utuh dalam upaya dalam rangka kekompakkan dan kebersamaan.

Demikian pula dengan ketua lembaga adat kesultanan Buton dan Gubernur Sultra Ali yang juga hadir dalam kegiatan ini dimana kekompakkan untuk menghadiri kegiatan ini merupakan manajemen leluhur yang kekuatan utama untuk mekar adalah bersatu padu.

“Kebahagiaan saya selaku Wali Kota Baubau mengenai tim percepatan pembentukan Provinsi Kepton yang sudah ada SK nya dimana semua terlibat didalamnya. Termaksud ada informasi dari Prof Susanto Zuhdi mengenai penetapan kawasan benteng keraton buton sebagai warisan budaya skala nasional yang sudah ada SK nya pula. Ini tidak mudah dalam memperjuangkan hal ini,”pungkasnya.

Sementara itu, kedatangan ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti dan rombongan disambut langsung Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin, MH bersama ketua DPRD Kota Baubau H Zahari, SE, Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse, Kajari Baubau, yang mewakili Dandim 1413 Buton, Mewakili Kapolres Baubau, Sekda Kota Baubau Dr Roni Muhtar, M.Pd, Asisten II Setda Kota Baubau Ibnu Wahid, ST, MM di Bandara Betoambari, Kamis siang (17/6/2021).

baca juga: Ramah Tamah Dengan DPD RI Dirujabnya, AS Tamrin Inginkan Fondasi Kebersamaan PO5 Dalam Pemekaran Kepton

Lanyalla Mattalitti dan rombongan mendapat pengalungan sarung adat Buton dari Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin, MH. La Nyala Mataliiti bersama Wali Kota Baubau Dr H AS Tamrin, MH sempat melakukan shalat zuhur di masjid bandara betoambari. Kemudian usai shalat zuhur, La nyalla Mattalitti bersama Wali Kota Baubau menuju ke baruga keraton Buton untuk acara penganugerahan gelar kehormatan. Dan sebelum dilakukan penganugerahan gelar kehormatan, Lanyalla Mattalitti bersama Gubernur Sultra Ali Mazi, SH dan Wali Kota Baubau, Wakil Wali Kota Baubau, ketua DPRD Kota Baubau,unsur muspida dan Sekda Baubau melakukan ziarah di makam Sultan Murhum.(*)

Pin It on Pinterest