Terbentuk 16 tahun lalu, Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara tumbuh dan ikut menjadi bagian dalam pembangunan Nasional. Kiprah putra-putri Sultra kini mengisi berbagai peran strategi

Laporan: Ardi Toris

SULTRA, BP-Dari Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu 14 November 2020, Pukul 09.00 WITA, melalui video, Gubernur Sutra H. Ali Mazi , SH., Membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) 2020 , yang sedang dilangsungkan dari Anjungan Sultra – Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta.

Terbentuk 16 tahun lalu, Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara tumbuh dan ikut menjadi bagian dalam pembangunan Nasional. Kiprah putra-putri Sultra kini mengisi berbagai peran strategi
Terbentuk 16 tahun lalu, Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara tumbuh dan ikut menjadi bagian dalam pembangunan Nasional. Kiprah putra-putri Sultra kini mengisi berbagai peran strategi

Selaku Ketua Dewan Pendiri KKST, secara pribadi, Gubernur Ali Mazi menyambut baik dan mengapresiasi terselenggaranya Rakernas KKST 2020 oleh Pengurus Pusat KKST. Menurut Gubernur Ali Mazi, rakernas ini adalah wahana menyamakan persepsi dan menyatukan langkah seluruh Pengurus KKST, guna merumuskan program kerja organisasi yang diharapkan dapat selaras dan bersinergi dalam mendukung Program Pembangunan Daerah Sultra.

“Rakernas KKST 2020 menjadi momentum menjaga silaturahmi dan memantau persaudaraan di antara kita sebagai sesama sesama putra daerah Sultra, agar lebih akrab dalam kebersamaan sebagai sesama rumpun masyarakat Sultra, meskipun beberapa di antara kita hanya dapat bertatap muka secara virtual untuk mengadaptasi Protokol Kesehatan Covid-19, ”Sambut Gubernur Ali Mazi.

Gubernur Ali Mazi menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang melonjak kepada Pengurus Pusat KKST, yang memfasilitasi Rakernas KKST 2020, dan kepada seluruh Pengurus Wilayah KKST di seluruh Indonesia yang terkandung dalam Rakernas KKST 2020.

Rakernas KKST 2020 ini akan meningkatkan eksistensi organisasi, terutama peran KKST sebagai wadah perekat persatuan dan kekompakan masyarakat Sultra di manapun berada, dalam ikatan keluarga besar yang saling mendukung dan berkolaborasi dengan seluruh komponen bangsa dalam memberi sumbangsih positif bagi pembangunan daerah dan bangsa di segala bidang.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hari ini dan di masa depan, masyarakat Sultra diperhadapkan berbagai tantangan, baik internal maupun eksternal. Tuntutan peningkatan kualitas hidup masyarakat, perbaikan ekonomi, demokrasi, dan lain sebagainya, beriringan dengan perkembangan peradaban global. Di satu sisi, hal itu menjadi ancaman langsung bagi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, namun di sisi lain pula menjadi kekuatan untuk percepatan peradaban yang lebih maju melalui peran yang bermanfaat bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Rakernas KKST 2020, ini dihadiri hampir semua Pengurus Pusat KKST yang berada / sedang berada di Jakarta, antara lain: Dra. Hj. Tina Nur Alam, MM, Anggota DPRRI; DR. Laode Ida, Anggota Ombudsman RI; Komjen Pol. (Purn) Drs. Syafruddin, M.Si, Ketua Dewan Pembina Pengurus Pusat KKST; Drs. Syarifuddin Udu, MM., Ketua Pengurus Pusat KKST beserta seluruh jajarannya di pusat dan di daerah.

Hadir secara virtual, antara lain: H. Abdurrahman Shaleh, Ketua DPRD Prov. Sultra; Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Sultra; Kapolda Sultra; Kepala Kejaksaan Tinggi Prov. Sultra; Danrem 143 / HO Kendari; Danlanal Kendari; Danlanud HLO Kendari; Kabinda Prov. Sultra; Sekretaris Daerah Prov Sultra; Ketua Pengadilan Tinggi Prov. Sultra; Ketua Pengadilan Tinggi Agama Prov. Sultra; Ka. Kanwil Kemenkum HAM Prov. Sultra; Bupati / Walikota se-Sultra; Para Pimpinan OPD Pemprov. Sultra; dan Para Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri.

Menurut Gubernur Ali Mazi, “Reaktualisasi Peran KKST dalam Pembangunan Daerah di Prov. Sultra ”sebagai tema Rakernas KKST 2020, ini harus menjadi dasar pemikiran bagi semua peserta rakernas untuk melahirkan rumusan program kerja organisasi yang berdaya guna, adaptif dan produktif serta mampu mendorong setiap individu dalam kepengurusan KKST untuk lebih mengaktualisasikan diri sesuai dengan kapasitasnya masing-masing, sehingga lebih berperan bagi pembangunan Sultra yang maju dan berkelanjutan.

“Kita patut berbangga, karena masyarakat Sultra telah banyak berpartisipasi, bukan hanya dalam skala lokal dan regional, tetapi juga Nasional dan Internasional. Hampir semua kegiatan pemerintahan, ekonomi, jasa dan lain sebagainya, diwarnai kehadiran masyarakat Sultra, ”tukas Gubernur Ali Mazi.

Keberadaan putra-putri Sultra dengan segala potensi yang dimilikinya dapat dioptimalkan sebagai kekuatan nyata dalam mewujudkan pemerintahan yang kuat menuju pembangunan masyarakat yang sejahtera.

Sebelum mempersilakan seluruh Pengurus Pusat KKST berrakernas, Gubernur Ali Mazi menyampaikan beberapa hal penting yang terkait dengan perkembangan situasi dan kondisi bangsa dan daerah untuk menjadi perhatian peserta Rakernas KKST 2020, yaitu: Pertama, bersama dan bersinergi dalam berbagai langkah strategis percepatan, baik pencegahan maupun penanganan dampak pandemi Covid19; Kedua, berupaya mewujudkan Sultra yang aman, maju, sejahtera dan bermartabat, melalui visi mulia “Garbarata” (Gerakan Akselerasi Pembangunan Daratan dan Lautan / Kepulauan);

Ketiga, pada tanggal 9 Desember 2020, Sultra akan menggelar puncak Pilkada Serentak di tujuh kabupaten (Muna, Wakatobi, Konawe Selatan, Konawe Utara, Konawe Kepulauan, Buton Utara, dan Kolaka Timur), maka sebagai sesama putra daerah dan anak bangsa, kita harus mempertahankan bijak untuk selalu menciptakan dan membangun kondisi aman, tersier dan kondusif, yang akan menopang keberlanjutan pembangunan daerah-daerah tersebut pada lima tahun mendatang; Keempat, kepada seluruh Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah KKST, jadikan organisasi KKST sebagai wadah komunikasi dan koordinasi masyarakat Sultra dalam menangkal upaya provokasi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin menciptakan kondisi dan situasi yang tidak menguntungkan, yang merusak citra dan nama baik masyarakat Sultra di manapun berada;

Kelima, secara khusus Gubernur Ali Mazi menitip harapan kepada masyarakat Sultra di perantauan, agar senantiasa pengawasan dan melestarikan budaya Sultra sebagai bagian dari kekayaan khasanah budaya bangsa. Kita harus menunjukkan bahwa masyarakat Sultra selalu mengedepankan kepentingan bangsa dan negara dari kepentingan diri sendiri atau golongan. Masyarakat Sultra selalu berada di garis depan dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan demi keutuhan NKRI.

Sejak dikukuhkan dan dilantik pada 7 Maret 2019 di Kota Kendari, Pengurus Pusat KKST (2019-2023) baru dapat melaksanakan rakernasnya pada November 2020 ini. Kendala utamanya adalah pertemuan pertemuan publik karena Protokol Kesehatan akibat pandemi Covid-19.

BACA JUGA: Malam Nanti Fildan Rahayu Tampil Pakai Seruling – La Ode Djeni Hasmar: KKST Akan Sumbang Gitar

KKST digagas dan dibentuk pada tahun 2004 oleh sejumlah tokoh masyarakat di pemantauan. Salaseorang pengagasnya adalah Gubernur Ali Mazi. La Ode Djeni Hasmar (alm.) Memimpin KKST periode 2014-2019. Kecuali Provinsi Kalimantan Utara, kini, Pengurus Wilayah KKST sudah terbentuk di 33 Provinsi di Indonesia. []

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest