– Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW

Peliput: Amirul

BATAUGA, BP – Lapangan Lakarada, Kecamatan Batauga menjadi lokasi sholat istighosah dalam rangkaian memperingati perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SWT yang jatuh pada pada 12 Rabil Awal 1434 Hijriah atau Selasa 13 Desember 2016.
Sholat Istighosah bersama jajaran Pemkab Busel, dan masyarakat Busel tetsebut langsung dipimpin oleh Ustaz kondang asal Makassar, Sulawesi Selatan, Muhammad Nur Maulana yang namanya telah malang-melintang dilayar kaca TV nasional dalam syiar islami.

Selain memimpin jalannya sholat dilapangan Lakarada yang dijadwalkan pukul 14.00 Wita. Da’i yang tenar dengan kata ‘Jamaah’ ini dijadwalkan ikut serta dikegiatan kultur budaya masyarakat Busel yang digelar di pelataran Rumah Jabatan (rujab) Bupati Busel pukul 19.00 Wita.

Kegiatan tersebut bakal dihadiri oleh Gubernur Sultra, Dr. H. Nur Alam, SE dan Wakil Gubernur Sultra, Saleh Lasata dan beberapa kepala daerah dalam wilayah Kepulauan Buton.

Kabag Humas, Sekretariat Pemkab Buton Selatan, La Ode Idsyah Awaluddin mengatakan, ada tiga hikmah dipetik dari setiap kegiatan hari besar Islam termasuk Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yakni pertama, merupakan wadah untuk saling introspeksi diri atau dalam bahasa Islam dikenal dengan muhasabah binafsih.

“Kedua, sebagai Uswatun khasanah atau teladan yang baik dalam setiap perilaku dan terakhir yaitu wadah untuk membina uhkuwah islamiah yang didasari kesibukan umat manusia seringkali mengorbankan waktunya untuk saling mengenal, saling melengkapi memahami dan selalu menolong dalam setiap kebaikan dan meninggalkan kemungkaran sesama muslim,” Kata Awaluddin dalam press releasenya.

Selain hikmah diatas, ditambahkannya, perayaan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW ini diharapkan agar Buton Selatan yang tidak lama lagi memiliki Bupati dan Wakil Bupati defenitif melalui pesta demokrasi yakni Pilkada adalah melahirkan pemimpin yang dirodhi Allah SWT.

“Semoga dapat melahirkan pemimpin yang berkarakter dan pro terhadap kepentingan masyarakat dan arah pembangunan yang berkelanjutan untuk daerah Buton Selatan. Semoga dalam perbedaan pilihan tidak mengganggu hubungan sosial kemasyarakatan Buton Selatan dan semoga dalam penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut dapat berjalan Sukses dan Damai,” pungkasnya. (*)