Peliput: Amirul Editor: Zaman Adha

BATAUGA, BP – Perkelahian pelajar yang diunggah di media sosial Youtube menjadi viral beberapa hari belakangan. Terlihat jelas bahwa pelaku tawuran pelajar berasal dari SMAN 1 Batauga, dari baju olahraga yang dikenakan para siswa bertuliskan nama sekolahnya.
Video kekerasan yang berlokasi di hutan ini, diunggah sejak dua minggu lalu dengan alamat link https://www.youtube.com/results?search_query=Baku+pukul+smansa+batauga. Video berdurasi 10:24 menit yang mempelihatkan perkelahian antar dua pelajar itu dikelilingi oleh puluhan pelajar lain. Aksi baku pukul kedua siswa itu terlihat sengit dan segaja tidak dilerai, hingga mereka kecapean.
Wakil Kepala SMAN 1 Batauga, sekaligus Ketua Pembina Kesiswaan, Asrif mengaku baru mengetahui kejadian perkelahian yang melibatkan siswa-siswanya setelah diperlihatkan melalui youtube. Dia tidak menampik, para pelajar yang adu jotos dalam video itu merupakan anak didiknya.
“Iya mereka anak didik saya, jelas dari seragam olahraga yang dikenakan. Setelah melihat video yang telah diunggah di medsos melalui youtube kami akan mengkroscek siapa pelajar yang ikut serta dalam aksi itu untuk dimintai keterangan dan dilakukan pemanggilan,” ucap Asrif saat di temuai diruangannya, Kamis (22/12).
Dengam kejadian tersebut pihaknya akan memanggil pelajar SMAN 1 Batauga yang terlibat perkelahian untuk diberi bimbingan. Bahkan pihaknya akan melakukan pemanggilan terhadap orang tuanya untuk diberikan sanksi, agar kejadian tersebut tidak terjadi lagi.
“Setelah mengetahui pelajar yang melakukan perkelahian kami akan memanggil orang tua siswa terkait sanksi yang diberlakukan, sehingga ada efek jera,” katanya.
Lanjutnya, terkait antisipasi pelajar melakukan perkelahian diluar jam sekolah, pihak sekolah telah memberikan bimbingan dan nasehat-nasehat, namun memang hal itu dirasa masih kurang. Bahkan beberapa waktu lalu, pelaku perkelahian diumumkan namanya saat apel pagi, untuk memberikan efek jera.
“Pihak sekolah telah melakukan berbagai upaya agar menekan prilaku negatif pelajar SMAN 1 Batauga, namun dengan kejadian ini, kami akan mencari lagi solusi atau metode, agar pelajar kami ini tidak berprilaku negatif atau paling tidak meminimalisirnya,” tuturnya.
Ditambahkan, pihak sekolah berterimah kasih atas informasi yang diberikan dengan memperlihatkan aksi unggahan perkelahian di pelajar SMAN 1 Batauga di youtube, hal ini pihak agar sekolah dapat mengambil langkah-langkah persuasif dan represif sehingga kedepan tidak terjadi lagi.
“Aksi perkelahian di youtube ini kan dapat menurunkan nama sekolah ini yang telah menjadi sekolah percontohan. Tentu ini saya akan sampaikan kepada kepala sekolah agar diambil tindakan tegas,” pungkasnya. (*)