Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP – Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KCD Dikbud) Provinsi Sultra Rayon Kota Baubau-Kabupaten Buton Selatan (Busel) Mastuti, SPd memberikan tanggapan terkait dampak dari siswa yang memerankan video mesum di Kota Baubau yang akhirnya sudah keluar dari sekolah.

Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (KCD) Dikbud Provinsi-Sultra Rayon Kota Baubau dan Kabupaten Buton Selatan (Busel) Mastuti SPd

Mastuti mengatakan berdasarkan laporan yang dia terima dari pihak sekolah bahwa anak yang bersangkutan sebenarnya sudah dikeluarkan dari sekolah sejak tanggal 3 Januari 2022, “Jadi sebenarnya anak itu sudah tidak bersekolah lagi di tempat itu. Karena vidio mesum itu tersebar pada tanggal 8 Januari 2022,” ucap Mastuti.

Dia pun menjelaskan bahwa siswa tersebut dikeluarkan berdasarkan rapat dewan guru yang merupakan keputusan tertinggi di sekolah. “Sang siswa dikeluarkan dari sekolah karena dia memang sudah tidak aktif, jarang hadir. Jadi berdasarkan aturan di sekolah tersebut melalui rapat dewan guru memutuskan mengeluarkannya. Dan sebelum mengeluarkan pihak sekolah juga sudah mengirimkan surat kepada orang tua anak tersebut beberapa kali, namun tidak ada tanggapan,” lanjutnya.

Mastuti mengatakan untuk kasus video mesum yang diperankan oleh pelajar agar tidak terulang lagi, harus ada kerjasama bahu-membahu antara orang tua dan guru. Menurut Mastuti, untuk kasus pelajar di Baubau, pihak sekolah sudah maksimal membimbing dan memberikan pelajaran kepada siswa tersebut, namun orang tua juga harus mau bekerjsama, berkomunikasi dengan guru, dan juga harus ada itikad baik dari orang tua.

“Lagian kejadian video mesum yang diperankan mereka kejadiannya di luar sekolah, sehingga dikembalikan ke anak itu sendiri dan orang tuanya, bukan tanggung jawab sekolah. Khusus untuk masalah video ini, saya kembalikan ke aturan sekolah yang bersangkutan. Karena bila ada point yang tidak dipenuhi siswa sesuai dengan aturan yang ada dimasing-masing sekolah. apalagi kalau malanggar asusila itu sanksinya berat,” tuturnya.

baca juga: Soal Video Mesum Pelajar di Baubau, Kepala UPTD PPA Mardiana Minta Pihak Sekolah Tidak Keluarkan Siswanya Begitu Saja

Dia pun berharap kedepannya agar tidak menimpa anak-anak yang masih pelajar para orang tua harus bahu membahu bekerjasama dengan guru disekolah memantau anak. Karena mereka masih butuh perhatian orang tua dan guru, komunikasi dua arah, sehingga prestasi anak tidak menurun atau bahkan tidak dikeluarkan dari sekolah karena tidak ada kabar atau kurang kehadirannya. (***)

Comments are closed.