Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse bersama Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari saat mengecek kesiapan personel dalam Apel Konsolidasi kesiapsiagaan bencana

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Apel konsolidasi kesiapsiagaan bencana digelar serentak di Sulawesi Tenggara. Apel di Kota Baubau dipimpin Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse di Lapangan Lembah Hijau, Jumat (13/11).

Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse bersama Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari saat mengecek kesiapan personel dalam Apel Konsolidasi kesiapsiagaan bencana
Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse bersama Kapolres Baubau AKBP Rio Tangkari saat mengecek kesiapan personel dalam Apel Konsolidasi kesiapsiagaan bencana

Dalam pidato Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) Ali Mazi yang dibacakan Monianse, saat ini Sultra termasuk Kota Baubau siaga menghadapi ancaman cuaca ekstrim La Nina. Termasuk menghadapi ancaman pandemi Covid-19.

“Selain Covid-19, kita juga diperhadapkan pada keadaan alam La Nina yang hampir terjadi di seluruh indonesia, berpotensi menimbulkan bencana hidrometrologi berupa banjir, angin puting beliung, gempa bumi, tsunami dan tanah longsor,” jelas Monianse.

Sultra lanjutnya, merupakan daerah yang juga rawan bencana seperti banjir dan tanah longsor. Bahkan belum lama ini lima daerah di Sultra dilanda bencana besar.

“Tahun 2019, terjadi banjir dan tanah longsor yang begitu besar di lima daerah yakni kabupaten konawe, konawe utara, konawe selatan, kolaka timur dan kota kendari,” ungkapnya.

Untuk itu pontensi bencana ini tidak boleh diabaikan. Maka perlu kesiapsiagaan menghadapi bencana yang baik. Koordinasi antar instansi pemerintah dan masyarakat menjadi penting dan harus dilakukan secara terpadu.

Bencana tersebut tak ayal menyebabkan rusaknya infrastruktur jalan dan jembatan. Sehingga beberapa akses antar daerah di Sultra putus.

“Berdasarkan data dari kewilayahan, daerah yang terdampak banjir di beberapa kecamatan dan desa telah merusak infrastruktur jalan dan jembatan,” terangnya.

BACA JUGA: Wawali Ahmad Monianse Terima Kunjungan Investor Korsel Tawarkan Investasi Perikanan di Baubau

Monianse menambahkan, penanganan bencana merupakan tugas dan tanggung jawab semua unsur baik pemerintah dan stakeholder terkait baik Polri, TNI, Pemerintah Daerah, Basarnas, BPBD, maupun Tagana.

“Keterlibatan masyarakat juga tidak boleh diabaikan khususnya dalam antispasi bencana dan mitigasi pada saat terjadinya bencana alam,” pungkasnya. (**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest