Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP- Dalam menyongsong hari kemerdekan harus terus meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun bangsa. Hal ini merupakan Wujud dari rasa syukur dan rasa terimakasih terhadap para pendahulu, kepada para pemimpin dari Presiden Soekarno sampai pada Presiden Djoko Widodo serta para pahlawan yang telah berjuang membelah tanah air dengan tetesan dara dan keringat serta airmata.

Walikota Baubau ketika memberikan pidato dihadapan DPRD Kota Baubau pada tanggal 16 Agustus 2020

Hal ini disampaikan Walikota Baubau Dr H AS Tamrin MH saat membawakan sambutannya di kantor DPRD Kota Baubau pada Sidang Paripurna DPRD Jumat, (14/8/2020), sebagaimana dirilis infokom Kota Baubau.

Walikota Baubau Dr H AS Tamrin MH sempat pula mengutip pidato Sang Proklamator Presiden Ripublik Indonesia Bungkarno yang di sampaikan pada tanggal 17 Agustus 1945 sebelum pembacaan teks Proklamasi Kemerdekaan. “Saya Minta Saudara-saudara hadir disini untuk menyaksikan satu peristiwa maha penting dalam sejarah kita. Berpuluh-puluh tahun kita bangsa Indinesia telah berjuang, untuk kemerdekan tanah air kita bahkan telah berates-ratus tahun gelombang aksi untuk mencapai kemerdekaan itu ada naiknya dan ada turunya, tetapi jiwa kita tetap menuju ke arah cita-cita”, Kutibnya.

Ditambahkan, dalam mensukseskan pembangunan daerah butuh proses yang panjang. Kolaborasi pemerintah baik Eksekutif, Legislatif, Yudikatif, Swasta dan seluruh elemen Masyarakat sangat di perlukan.

Saat ini ungkap AS Tamrin angka pertumbuhan ekonomi Baubau tetap tumbuh di angka 6,59 persen. Angka pertumbuhan tersebut melampaui angka pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang hanya pada angka 6,51 persen dan Nasional 5,2 persen. Kemudian, angka kemiskinan di Kota Baubau terus menurun. Di tahun 2019 kemiskinan berada pada angka 7,27 persen di bawah Propinsi Sulawesi Tenggara 11,25 persen dan Nasinal 9,22 persen. “ Hal ini membuktikan bahwa intervensi kebijakan pemerintah daerah memberikan pengaruh signifikan dalam program pro penaggulangan kemiskinan secara berkesinambungan”, ungkapnya.

Lebih lanjut diungkapkan AS Tamrin, pada tahun 2019 indeks pembangunan manusia Kota Baubau sebesar 75,40 berada di atas Propinsi Sulawesi Tenggara yang mencapai 71,20 dan Nasinal yang mencapai 71,92. Selain itu, angka melek huruf di Kota Baubau tahun 2019 cukup tinggi yaitu sekitar 96,66 persen melampaui Propinsi Sulawesi Tenggara yang mencapai 94,91 persen. Hal ini membuktikan bahwa upaya pemberantasan buta huruf menunjukkan hasil yang baik melalui berbagai upaya program dan kegiatan yang mengutamakan sektor pendidikan.(*)

Pin It on Pinterest