Peliput: Alamsyah Pradipta

BAUBAU, BP – Warga pengguna penyebrangan pelabuhan fery ASDP di Kota Baubau keluhkan dugaan pungutan liar (pungli) dipelabuhan fery. Pasalnya, sejumlah pengendara mobil keluhkan ketidak cocoknya nota tiket dan jumlah harga yang mereka harus bayar.

Informasi Baubau Post dari salah satu sopir mobil yang enggan disebutkan namanya kepada koran ini kemarin mengaku, harga yang mereka harus bayar lebih banyak dari semestinya. Bahkan, harga atau biaya yang dikeluarkan lebih mahal dari nota tiket dan tidak pernah ada kejelasan mengenai harga beda tersebut.

“Seharusnya harus ada rinciannya atau kejelasan apa maksud dari perbedaan harga ini dinota ditulis Rp 130 ribu, tapi yang kita bayar sampai Rp 160 ribu. Ini maksudnya apa? pungli ini namanya, mau di penjara mungkin orang-orang ini,”katanya dengan nada kesal ungkapnya.

Kondisi ini, katanya, sering didengar dari pengendara lainnya. Bahkan, ada yang notanya Rp 130 ribu tapi dibayar Rp180ribu. Kondisi ini sama sekali tidak ada kejelasan dari pihak pelabuhan.

Untuk itu, pihaknya berharap dengan biaya yang mahal untuk melakukan penyebrangan harus di imbangi dengan fasilitas yang memadai. Mulai dari fasiltas jalan yang ada sudah banyak yang berlubang sehingga membuat tidak nyaman para pengguna.

“Coba kalau mahal tiketnya terus di imbangi dengan fasilitas yang bagus wajar ji tapi ini dari dulu pelabuhan ini begitu-begitu saja Bentuknya tidak ada perubahan, jalannya saja lubang-lubang di areal pelabuhan itu, coba ada perubahan pasti kita tidak mengeluh juga,” tutupnya.

Sementara itu, Macenk aktifis Komite Independ Untuk Demokrasi (KID) Indonesia Kota Baubau, mengharapkan pealbuhan Fery ASDP sebagai penyedia jasa kepada masyarakat harus memebrikan pelayanan terbaik. Kebiasaan kebiasan lama yang masih diterapkan harusnya di hilangkan lagi sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di masyarakat.

“Kalau ada praktek praktek pungli harus diberikan sanksi, Apalagi saat ini pememrintah sedang giat giatanya melawan praktek praktek pungli disemua segi kehidupan,”singkatnya.(#)