Pewarta: Amran

BUTON, BP- Dampak lain pasca banjir yang melanda Desa Lasembangi, Kecamatan Lasalimu, Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terjadi pada Rabu (15/06/2022) yang disebabkan air sungai Lasembangi meluap ketika intensitas hujan turun sangat tinggi adalah kemunculan beberapa ekor buaya.

Kepala Desa Lasembangi Sabaparta mengumumkan adanya kemunculan biaya tersebut dan menghimbau kepada warganya agar tidak berkeliaran pasca banjir surut.

Warga Lasembangi yang memang melihat ada beberapa ekor buaya muncul bersamaan dengan meluapnya air Sungai Lasembangi merasakan ketakutan. Mereka pun pada akhirnya memilih untuk tidak keluar rumah pada malam hari.

Sebagaimana diketahui banjit yang melanda Desa Lasembangi terjadi setiap tahun ketika intensitas hujan sangat tinggi mengakibatkan air sungai di wilayah itu meluap. Banjir kali ini merendam sedikitnya 49 rumah dengan ketinggian air mencapai sekitar 110-120 cm.

“Saat ini air sudah surut namun begitu masih ada beberapa rumah yang masih terendam banjir. Puncak banjir itu terjadi pada hari Rabu setelah desa kami diguyur hujan sejak selasa pagi,” kata Kades Lasembangi Sabaparta, kepada Baubau Post, Jumat (17/06/2022)

Pasca banjir, lanjutnya, warga di desanya mengalami kesulitan mendapatkan air bersih. Karena itu dia bermohon kepada Pemda Buton agar memberi perhatian khusus kepada warganya akibat banjir tahunan yang kerap melanda desa Lasembangi.

“Saya selaku Kepala Desa Lasembangi berharap agar pemerintah Kabupaten Buton sesegera mungkin mengupayakan pengerukan sungai yang ada di desa ini. Karena meskipun sungai sudah dibersihkan oleh warga kami, namun banjir masih belum bisa diatasi. ” harap Sabaparta.

baca juga: Ikan Korapu Reksasa Tangkapan Nelayan Buton Beratnya 143 Kg Dijual Rp 2.4 Juta

Kepala NPBD Buton Manafu mengungkapkan Desa Lasembangi memang menjadi salah satu lokasi rawan banjir di Kabupaten Buton. Dia tidak memungkiri bila tiap tahun desa itu menjadi wilayah langganan banjir. “Namun karena derahnya rawa maka setelah hujan redah beberapa jam kemudian airnya surut,” tuturnya.

Dia pun mengungkapkan pihaknya telah mengajukan usulan ke pusat agar mendapatkan bantuan pengerukan sungai dan pembuatan talud, “Mudah-mudahan bisa kita dapatkan,” ucapnya ketika dihubungi media ini(*)