Laporan: Ardi Toris

BAUBAU,BP-Listrik di se Kota Baubau tiba-tiba padam sejak pukul 15.40 WITA pada Senin (13/06/2022) penyebabnya adalah seorang warga di Kecamatan Lea-lea, Kota Baubau menebang pohon kapok akibatnya mengenai kabel tiang listrik dan tiga tiang listrik pun ikut tumbang.

Humas PLN Baubau mengumumkan peristiwa itu,”Telah terjadi gangguan operasional Jaringan Tegangan Menengan (JTM) Sistem Baubau – Poros Baubau – Wakalambe akibat adanya pohon yang ditebang oleh warga dan menimpa jaringan PLN, sehingga terjadi gangguan pasokan listrik di Sistem Kelistrikan Baubau.

Tiga tiang listrik tumbang akibat warga kecamatan Lea-lea menebang pohon kapouk

“PLN sementara berusaha dan bergerak cepat melakukan pemulihan dan penormalan sistem kelistrikan secara bertahap. PT PLN (Persero) UP3 Baubau memohon maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak gangguan pasokan listrik. Terima kasih atas dukungan dan kerjasama pelanggan selama ini kepada PLN”

Pemilik lahan Gafaruddin yang dikonfirmasi terpisah mengatakan awalnya dia tidak tahu kalau penyebab padamnya listrik akibat kelalaian yang dilakukan kerabatnya yang sedang melakukan pembersihan lahan dan meminta kerabatnya untuk menebang pohon kapuk yang berada di dalam lokasi kebun miliknya.

Gafaruddin mengungkapkan ketika mendapatkan laporan itu, dia bergegas pulan dan ketika tiba dilikasi dia melihat sudah dua pohon yang ditebang. ementara pohon yang ketiga tidak disangka-sangka ketika ditebang malah jatuh mengenai tiang listrik.

Manager PLN rayon Baubau Dambaruddin

Pelaku penebang pohon kapuk bernama Lambae tidak menyangka bila pohon ketiga yang ditebangnya mengarah ketiang listrik. Karena dua pohon lainnya saat tumbang mengarah lokasi yang aman tidak mengenai kabel listrik.

Sementara itu, Manager PLN Rayon Baubau Dambaruddin mengatakan masyarakat pelaku penebang pohon itu sudah diamanakan aparat. “Ketika kami berada di lapangan kemarin, aparat juga ada dilokasi. Sehingga kami juga menginisiasi agar pelakunya dilakukan pembinaan oleh aparat kepolisian.

“Ini kan unsur kelalaian. Tidak ada unsur pidananya. Jadi aparat akan melakukan pembinaan terhadap pelaku yang menebang kayu tersebut yang mengakibatakan terjadi kerusakan berat pada jaringa sistem kelistrikan di Kota Baubau. Jadi untuk memperjelas saja terjadinya peristiwa ini, lalu dilakukan pembinaan dan sekaligus sosialisasi agar peristiwa ini tidak terulang lagi karena merugikan masyarakat banyak,” jelas Dambaruddin, ketika dikonfirmasi media ini, Selasa (14/06/2022).

Dambaruddin pun mengatakan beruntung saat ini sudah ada gardu induk (GI) yang sementara terpasang di areal palatiga yang digunakan sementara untuk mengalirkan listrik di Baubau yang padam selama 9 jam.

Pohon Kapuk yang ditebang warga Kecamatan Lea-lea hingga mengenai jaringan listrik di Kota Baubau

“Kalau tidak ada GI 150 KV di Palatiga itu, kemungkinan menyala lampu nanti dua hari kedepan. GI baru yang di Palatiga berhasil digunakan hingga listrik mulai menyala lagi sekitar pukul 00.10 WITA malam. GI itu kedepan akan digunakan untuk mengalirkan listrik di Kota Baubau. Saat ini kebetulan GI di Palatiga masih dalam proses pengujian. Jadi listrik yang menyala dari semalam sampai saat ini sementara melalui jalur GI Palatiga,” ungkap Dambaruddin.

Hingga siang ini, Selasa (14/06/2022), pihak PLN Kota Baubau masih terus memperbaiki sistim jaringan listrik yang terputus. Dambaruddin mengungkapkan dari kemaring hingga selasa dinihari petugas PLN baru dapat mendirikan tiang listrik dilokasi yang tiangnya patah.

“Tadi pagi saya pulang subuh dan tadi pagi tetap masuk kantor. Dan sekarang saya mau kembali ke lokasi lagi. Karena masih mau melihat penyambungan kabel PLN yang putus. Ini masih butuh waktu 2×24 jam baru kembali normal jalur tersebut,” tuturnya.

baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Bertemu Disabilitas Penggerak Ekonomi di Baubau dan Mengapresiasi Wawan Erwiansyah

Terkait dengan kerugian yang dialami PLN Rayon Baubau akibat peristiwa itu, Dambaruddin mengatakan belum bisa menghitung secara rinci, karena itu kewenangan dari PLN Makassar.

“Namun kerugian itu tentu banyak. Karena akibat kelalian penebangan pohon tersebut banyak peralatan materail kami yang mengalami kerusakan mulai dari tiang patah hingga material lainnya. Namun kerugian besar dialami masyakarat Kota Baubau akibat padamnya lampu PLN,” tuturnya. (**)