La Hidi SPd MPd

Peliput: Arianto W

BAUBAU, BP- Mungkin sebagian besar pelajar di Kota Baubau saat ini tengah menanti-nanti realisasi penerapan kebijakan belajar tatap muka yang digadang-gadang pelaksanaannya pada Januari 2021 mendatang.

La Hidi SPd MPd
La Hidi SPd MPd

Kendati demikian, meski kebijakan baru ini cukup digandrungi banyak pelajar, namun perlu diketahui tak sedikit pula siswa yang menolak untuk mengikuti anjuran Pemerintah Pusat tersebut. Diantaranya, beberapa pelajar dari SMAN 1 Baubau.

Saat dikonfirmasi Baubau Post, Minggu (20/12) Wakasek Ur. Kesiswaan SMAN 1 Baubau La Hidi SPd MPd membenarkan hal tersebut.

Dikatakannya, saat ini pihak sekolah sedang melakukan tahap perekapan data siswa yang mau dan tidak mengikuti kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah.

“Sekarang kami sementara merekap. Jadi, ada form yang dikeluarkan oleh sekolah kepada siswa untuk memilih apakah mereka mau belajar tatap muka atau belajar dari rumah,” jelasnya.

“99 persen sudah terkaver, sudah ada pilihanya masing-masing,” lanjutnya.

Berdasarkan hasil rekap, tercatat hanya sebanyak 90 persen siswa saja yang setuju untuk mengikuti proses belajar mengajar (PBM) tatap muka di kelas, sementara siswa lainnya tetap konsisten dengan model pembelajaran daring (online).

“Setiap kelas itu ada siswa yang memilih untuk tetap belajar daring, tapi tidak sampai lima orang, paling satu atau dua orang. Sementara yang memilih untuk belajar tatap muka lebih dari 90 persen,” tuturnya.

La Hidi mengungkapkan, beberapa siswa yang memilih untuk tetap mengikuti PBM daring beranggapan bahwa pandemi Covid19 masih menjadi ancaman besar bagi mereka.

baca juga: SMAN 1 Baubau Siap Hentikan PBM Tatap Muka Jika Beresiko Covid19

Tentunya hal ini membuat beberapa siswa terkait tidak berani mengambil resiko dan tetap waspada terhadap potensi penularan virus mematikan tersebut.

“Tentu mereka masih menganggap bahwa Covid19 ini merupakan ancaman, ketakutan buat mereka,” pungkasnya.(*)

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

TARI DAUN NIPAH DARI BAUBAU AKAN MASUK DAFTAR TARI NASIONAL

Sanggar Seni Lakologou yang bertempat di Kelurahan Lakologou membuat sebuah tarian khas Baubau yang nantinya akan dimasukkan menjadi salah satu tarian nasional oleh Balai Pelestarian Nilai dan Budaya Provinsi Sulawesi Selatan. Tarian itu bernama Tari Daun Nipah.

Pemilik Sanggar Seni Lakologou Erna SKM saat dikonfirmasi Baubau Post, Kamis (25/06), mengatakan Balai Pelestarian Nilai dan Budaya (BPNB) Provinsi Sulawesi Selatan memfasilitasi untuk membuat sebuah tarian khas Buton. Dengan demikian Erna memutuskan untuk membuat tarian di wilayahnya tepatnya di Lakologou. Tari Daun Nipah dari Baubau akan masuk daftar tari nasional. @BAUBAUPOST TV CHANNEL

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest