Kalaksa BPBD Baubau La Ode Muslimin Hibali

Peliput: Prasetio M

BAUBAU, BP- Pemerintah Kota Baubau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) meningkatkan kesiapan sejumlah Satuan Tugas (Satgas) guna mengantisipasi bencana akibat fenomena La Nina.

Kalaksa BPBD Baubau La Ode Muslimin Hibali
Kalaksa BPBD Baubau La Ode Muslimin Hibali

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pelaksanan (Kalaksa) BPBD Baubau La Ode Muslimin Hibali saat ditemui diruang kerjanya beberapa waktu lalu.

“Memang ada informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, bahwa kita diwilayah Sulawesi Tenggara akan mengalami mengalami hujan lebat akibat fenomena La Nina itu pada bulan November, Desember dan Januari, itu cuaca ekstrim sehingga kewaspadan harus tingkat tinggi. Olehnya itu kami sudah

mempersiapkan tenaga Satgas untuk mengantisipasi bila mana terjadi bencana di wilayah Kota Baubau akibat fenomena tersebut,” kata Muslimin.

Menurutnya, bencana yang terjadi jika curah hujan cukup tinggi yakni banjir, dan tanah longsor. Untuk wilayah Kota Baubau Kecamatan Bungi termasuk daerah yang cukup berpotensi mengalami banjir, itu disebabkan gundulnya hutan diatas Kelurahan Kampeonaho yang masuk wilayah Kabupaten Buton.

” Persipan yang dilakukan, kami telah menempatkan beberapa personil sebagai spion untuk cepat memberikan informasi kepada kami jika potensi-potensi banjir telah ada, sehingga kami secepatnya bergerak kesana utnuk melakukan evakuasi,” jelasnya.

Sementara untuk bencana longsor sering terjadi di wilayah Kecamatan Kokalukuna, tepatnya di wilayah Hutan Tirta Rimba yang masuk dalam kawasan hutan konservasi. Juga diwilayah Kecamatan Sorawolio di Kilometer 10, Wilayah Waborobo.

” Untuk wilayah dalam perkotaan yang pernah terjadi longsor dan memakan korban yaitu wilayah Kelurahan Bataraguru, pas dibagian kuburan. Tapi mudah- mudahan tahun ini kami sudah mengusul di anggaran provinsi maupun pusat untuk pembuatan talud agar cepat tertangani,” terangnya.

Dikatakan, selain mengantisipasi bencana di darat, pihaknya juga melakukan antisipasi bencana gelombang tinggi diwilayah pesisir, terutama di wilayah Kelurahan Sulaa, Bone-Bone dan Wameo.

“Kalau untuk penahan ombak, tahun ini juga kami sudah usul dipusat untuk pengadaan penahan ombak di wilayah pesisir.” ucapnya

BACA JUGA: 2021 BPBD Baubau Usulkan Tujuh Program Fisik Dipusat

Tak lupa ia menghimbau kepada masyarakat yang menggunakan transportasi laut antara pulau untuk meningkatkan kewaspadannya. ” Kalau misalnya sudah
berpotensi ombak tinggi kiranya untuk bisa menunda keberangkatan terlebih dahulu, atau mengikuti petunjuk dari syahbandar,” tutupnya. (**)

Nonton Video Berikut dari YouTube BaubauPost TV Channel

Asek Goyangnya…! Ada Acara Joget di Desa Bubu-Buton Utara Ditengah Pandemik Covid19

Acara joget malam yang diadakan pemerintah Desa Bubu, Kecamatan Kambowa Kabupaten Buton Utara (Butur) yang dimana disaat pemerintah daerah Kabupaten Buton Utara tengah berjibaku melawan Covid-19.
Pj Kades Bubu Riswan mengatakan bahwa acara joget malam tersebut berlangsung karena mereka sudah ada izin dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bonegunu dan mereka tidak akan berani melakukan kegiatan tersebut jika ada penyampaian dari pihak kepolisian bahwa tidak bisa melakukan acara joget malam.
Kapolsek Bonegunu Iptu Muhtar Abudu pada saat di hubungi Baubau Post melalui via WhatsAppnya membatah jika pihaknya mengeluarkan izin keramaian malam pada acara joget di desa Bubu.
Senada dengan Kapolres Butur AKBP Wasis Santoso SIK pada saat dikonfirmasi Baubau Post beberapa waktu lalu, terkait acara joget yang diadakan pemerintah desa Bubu mengakui jika dirinya tidak mengetahui bahwa di desa Bubu ada acara joget dan pihak polres tidak mengeluarkan izin untuk acara malam di desa tersebut.@baubaupost tv channel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pin It on Pinterest