Laporan: Ardi Toris

BAUBAU, BP-Wakil Wali Kota yang juga selaku ketua dewan penasihat Forum Kerukunan Umat Beraga (FKUB) Kota Baubau La Ode Ahmad Monianse berharap agar FKUB Kota Baubau dapat menjadi penyebar nilai-nilai PO-5. Hal ini ia ungkapkan melalui sambutannya saat menghadiri Konsolidasi Keumatan Untuk Indonesia Rukun di aula kantor Kementerian Agama Kota Baubau, Kamis, (28/1/2021).

Wakil Walikota Baubau La Ode Ahmad Monianse bersama Walikota Baubau AS Tamrin MH


La Ode Ahmad Monianse menjelaskan, keberagaman dan kerukunan ibarat dua sisi mata uang yang tidak bisa terpisahkan. Menurutnya, keberagaman adalah suatu hal yang tidak dapat di beli dan diminta termasuk keberagaman dalam beragama. Pasalnya, keberagaman atau kebinekaan adalah merupakan Rahmat dan Anugerah Allah SWT terhadap bangsa Indonesia.
“Maka kita semua patut bersyukur atas Rahmat dan Anugerah yang diberikan oleh Allah Subhanahu Wataala terhadap Bangsa ini. Karena Allah Subhanahu Wataala telah berjanji akan menambah nikmatnya kepada mereka yang pandai bersyukur”, tuturnya.
Ditambahkan, kerukunan adalah upaya sadar yang didasari oleh pengalaman, di mana perpecahan hanya akan membawa malapetaka dan kerugian besar bagi bangsa dan negara. Untuk itu, menjaga kerukunan adalah suatu kewajiban bagi semua pihak demi terciptanya kedamaian dan ketenteraman di Indonesia khususnya di Kota Baubau.
“Kerukunan ini wajib kita jaga bersama, agar tidak ada lagi pihak-pihak yang sengaja untuk melakukan perpecahan di kalangan masyarakat kita terutama yang berbau sara. Ini semua adalah tanggung jawab kita semua terutama Forum Kerukunan Umat beragama sebagai payung dari agam-agama yang ada di Indonesia khususnya di Kota Baubau”, tandasnya. sebagaimana dirilis Kominfo Baubau
La Ode Ahmad Monianse berharap, agar FKUB Kota Baubau tidak seperti pemadam kebakaran yang bekerja ketika ada permasalahan yang muncul. Namun lebih dari pada itu, FKUB harus mampu bekerja seperti petani yang terus menaburkan bibit-bibit kebaikan dalam membina dan menjaga kerukunan umat beragama.
“FKUB Baubau harus mampu menyebarkan bibit-bibit Pomamasiaka, Poangka-angka taka, Popiapiara, Pomamaeaka, dan Pobinci-binciki kuli kepada umatnya masing-masing. Kalau bibit-bibit ini kita jaga dan kita pelihara dengan baik, suatu saat nanti kita akan panen hasilnya hingga generasi kita dimasa yang akan datang”, ujarnya.
Orang nomor dua di Kota Baubau ini juga mengingatkan, FKUB haru menjadi tenda besar bagi seluruh agama-agam yang ada di Indonesia. Pasalnya, dengan keberagaman tersebut dapat menjadi sebuah energi dan kekuatan besar dalam membangun Bangsa dan Negara.
Untuk itu ia berharap agar Konsolidasi Keumatan Untuk Indonesia Rukun tersebut tidak hanya seremonial belaka, namun dapat diimplementasikan oleh FKUB dalam mengemban tugasnya sebagai tenda besar dari semua agama.
“Sebagaimana yang diinstruksikan oleh bapak presiden bahwa FKUB harus menjadi tenda besar terhadap seluruh agam-agama yang ada di Indonesia. Tidak boleh ada yang ditinggalkan dan terpinggirkan. Semua harus masuk dalam tenda besar ini agar menjadi sebuah kekuatan dan energi dalam membangun Bangsa ini”, pungkasnya.
Sementara itu di tempat yang sama, ketua Komisi III DPRD Kota Baubau Muh. Ahadiat Zamani, ST., MT. melalui sambutannya Mengungkapkan, nilai-nilai kearifan lokal telah terbukti mampu menopang kehidupan dimasa lampau. Untuk itu perlu digali dan dikembangkan dalam rangka menghadapi tantangan zaman dengan semakin tergerusnya nilai-nilai moral pada generasi penerus bangsa.
“Saat ini kita perlu menyelami nilai-nilai luhur budaya kita, menata kehidupan dengan bercermin pada khazanah sejarah dan kebudayaan untuk diaktualisasikan dalam kehidupan kekinian. Khususnya kita di Kota Baubau, sebagai mana digelorakan oleh bapak Wali Kota yang telah mengangkat falsafah Binci-binciki kuli yang mencerminkan nilai-nilai persaudaraan, kebersamaan, tenggang rasa dan toleransi”, ujarnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan, internalisasi nilai-nilai PO-5 dalam merajut toleransi dan persaudaraan merupakan salah satu langkah positif untuk terus menjaga harmoni keberagaman di Kota Baubau. Untuk itu ia berharap agar tidak hanya terimplementasi pada tatanan lokal Kota Baubau saja, namun dapat diimplementasikan di Sulawesi Tenggara hingga Nasional.
Ahadiat juga mengungkapkan, DPRD Kota Baubau sangat mendukung upaya-upaya untuk merawat dan melestarikan kerukunan dan perdamaian. Untuk itu, peran dan tanggung jawab sebagai anak negeri sangat dibutuhkan dalam menjaga kerukunan dan kedamaian tersebut.

baca juga: Ramah Tamah Gubernur Sultra, AS Tamrin: Sudah Lama Ditunggu


“Kegiatan Konsolidasi Keumatan Untuk Indonesia Rukun ini diharapkan dapat mengingatkan kita kembali betapa pentingnya internalisasi ajaran Agama dan nilai-nilai Budaya yang menjunjung prinsip-prinsip Ketuhanan, kemanusiaan yang adil dan beradab dengan membawa semangat persatuan dan selalu bermusyawarah dalam rangka mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”, pungkasnya.
Dalam acara Konsolidasi Keumatan Untuk Indonesia Rukun tersebut turut di hadiri oleh Wali Kota Baubau Dr. H. AS Tamrin, MH., Sekretaris Daerah Kota Baubau Dr. Roni Muhtar, M.Pd., dan Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Baubau La Ode Darusalam, S.Sos., M.Si. Selain itu, seluruh pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Baubau turut hadir.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *