Wakil Wali Kota Baubau Monianse saat berbincang dengan Kapolsek Sorawolio Iptu Tri Nugroho dalam kegitan ritual mata'a

Peliput: Zaman Adha

BAUBAU, BP – Masyarakat Karya Baru, Kecamatan Sorawolio sangat menginginkan jalan usaha tani (JUT). Permintaan itu ditanggapi positif Wakil Wali Kota Baubau, La Ode Ahmad Monianse.

Wakil Wali Kota Baubau Monianse saat berbincang dengan Kapolsek Sorawolio Iptu Tri Nugroho dalam kegitan ritual mata'a
Wakil Wali Kota Baubau Monianse saat berbincang dengan Kapolsek Sorawolio Iptu Tri Nugroho dalam kegitan ritual mata’a

Pemerintah Kota Baubau akan mengupayakan pembangunan jalan usaha tani di Kecamatan Sorawolio tahun ini. Infrastruktur pertanian sangat penting untuk meningkatkan nilai jual hasil pertanian.

“Tidak sedikit petani yang pada akhirnya harga komoditasnya tidak lagi bernilai karena rusak dalam perjalanan, disebabkan transportasi yang tidak memadai,” katanya

Jalan usaha tani ini kata dia, dalam waktu dekat akan dilakukan peninjauan. Karena pihaknya sadar adanya potensi besar di Kecamatan sorawolio yang dapat kembangkan untuk menjadi lumbung pangan.

“Dalam waktu dekat pak Ketua DPRD bersama camat akan meninjau itu. Kami sadar betul bahwa dalam upaya membangun pertanian, dengan memberikan rasa nyaman dan kemudahan kepada petani, utamanya pasca panen,” jelasnya.

Namun kata dia, lokasi pembangunan jalan usaha tani masih terkendala oleh batas wilayah dengan kabupaten sekitar. Sehingga untuk merealisasikan jalan usaha tani permasalahan batas wilayah harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Inilah tugas pemerintah untuk melakukan diskusi yang panjang antar pemerintah daerah agar status kawasan itu tuntas,” ujarnya.

Meski begitu pihaknya tetap mengupayakannya tanpa harus menunggu penyelesaian yang memerlukan waktu panjang. Apalagi para petani setiap hari beraktivitas di kebunnya.

“Tapi mungkin pengerasan saja, supaya bisa dilalui dulu,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu tokoh masyarakat Karya Baru, La Rusu menyebut terdapat 438 kepala keluarga yang menggantungkan hidup dari perkebunan. Mereka sangat membutuhkan jalan usaha tani.

“Yang menjadi kesulitan saat ini hasil panennya masih dipikul pakai baju, belum ada jalan masuk,” sebutnya. (**)

Nonton Juga Video Berikut

WARGA WABULA DI BUTON GELAR PESTA ADAT PIDOA’ANO KURI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.